SAMARINDA – Sektor pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan dinamika yang beragam pada Agustus 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 52,54 persen, turun 3,56 poin dibanding Juli 2025. Apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, TPK anjlok 15,08 poin.
Meski demikian kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) justru mencatat lonjakan signifikan. Tercatat 1.318 kunjungan wisman selama Agustus 2025, meningkat 30,62 persen dibanding Juli 2025 dan melonjak 150,09 persen dibanding Agustus 2024. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Kepala BPS Kaltim, Dr. Yusniar Juliana, menjelaskan seluruh kunjungan wisman masuk melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
“Dominasi terbesar berasal dari negara-negara ASEAN, terutama Brunei Darussalam dan Malaysia,” ujarnya seperti dilansir dari situs BPS Kaltim.
Dari total kunjungan, Wisman asal Brunei Darussalam menyumbang 47,27 persen, disusul Malaysia 22 persen, dan Singapura 5,08 persen. Kunjungan dari kawasan ASEAN secara keseluruhan tumbuh 245,89 persen (y-on-y), sementara dari kawasan Eropa menurun 16,67 persen.
Sementara itu, jumlah perjalanan Wisatawan Nasional (Wisnas) tercatat sebanyak 3.576 perjalanan, turun 50,51 persen dibanding bulan sebelumnya, namun naik 30,08 persen dibanding Agustus 2024. Seluruh perjalanan Wisnas tercatat melalui pintu utama udara yakni Bandara SAMS Sepinggan.
Untuk Wisatawan Nusantara (Wisnus), jumlah perjalanan mencapai 1.226.755 perjalanan, menurun 11,41 persen dibanding Juli 2025, tetapi naik 11,77 persen dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan daerah tujuan, perjalanan Wisnus terbanyak menuju Samarinda (26,11 persen), disusul Kutai Kartanegara (23,04 persen) dan Balikpapan (16,57 persen).
BPS mencatat rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang di Kaltim pada Agustus 2025 mencapai 1,68 hari. Tamu asing tercatat menginap lebih lama, rata-rata 2,37 hari, sedangkan tamu nusantara 1,67 hari.
Adapun untuk hotel non berbintang, tingkat penghunian kamar sebesar 25,00 persen, turun 0,95 poin dari bulan sebelumnya dan turun 2,46 poin dibanding Agustus 2024.
Yusniar menambahkan meski ada penurunan pada tingkat hunian hotel, tren peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah.
“Kaltim perlu memperkuat promosi dan konektivitas wisata, terutama menjelang operasional penuh Ibu Kota Nusantara (IKN),” jelasnya.
Pewarta: K Irul Umam
Editor: Yahya Yabo





