JAKARTA – Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) mendorong Kongres Wanita Indonesia (Kowani) untuk mengonsolidasikan sumber daya perempuan. Peran perempuan, menurutnya, sangat penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pernyataan itu disampaikan Rerie dalam talkshow bertema ‘Perempuan Cerdas Bersatu, Berdaya Menuju Indonesia Emas’ yang digelar di Kantor Pusat Kowani, Kamis (9/10/2025).
“Dengan keanggotaan Kowani yang tersebar di Tanah Air, ini adalah kekuatan besar untuk menjawab tantangan yang dihadapi. Saya yakin, jika dilakukan bersama-sama, hasilnya akan maksimal,” kata Rerie.
Acara itu dihadiri oleh Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto, Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, dan perwakilan organisasi perempuan Indonesia lainnya.
Rerie menekankan pentingnya kesamaan pemahaman dan langkah untuk mengatasi tantangan yang dihadapi perempuan. Ia menyebutkan bahwa di tengah perubahan sosial dan politik, istilah feminisme sering dianggap asing.
“Perempuan Indonesia memiliki jawaban ideologis melalui Pancasila yang menjamin kesetaraan setiap manusia,” tambahnya.
Gagasan Feminisme Pancasila, menurut Rerie, bukanlah tiruan dari Barat. Ia menjelaskan ini merupakan kelanjutan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan gotong royong yang menjadi roh bangsa Indonesia.
“Semangat dasar feminisme mencakup nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan yang telah ada dalam gerakan perempuan Indonesia sejak Kongres Perempuan 1928,” ujarnya.
Rerie menegaskan perjuangan Kowani pada masa itu muncul sebagai perlawanan terhadap ketidakadilan dan semangat untuk memerdekakan perempuan.
“Jangan kita mengerdilkan peran perempuan hanya sebagai istri di ranah domestik,” ujarnya, menanggapi persepsi yang masih ada dimasyarakat.
Selain itu, Rerie menyebutkan masih ada banyak pekerjaan rumah terkait eksistensi perempuan di Indonesia, salah satunya adalah keanggotaan perempuan di lembaga legislatif.
“Upaya untuk mencapai 30 persen keanggotaan perempuan di lembaga legislatif masih menghadapi berbagai kendala,” tambahnya.
Rerie menyampaikan Kowani harus kembali menjadi rumah besar bagi gerakan perempuan Indonesia. Kowani harus menjadi penentu masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Saya yakin jika semua elemen perempuan bergabung dan berjuang bersama, banyak pekerjaan rumah yang bisa diselesaikan,” tegasnya.
Pewarta: Fajri
Editor: Yahya Yabo





