SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi, mengingatkan agar peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, Pancasila harus menjadi pedoman hidup yang benar-benar diterapkan dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, tantangannya bukan hanya menjaga budaya lokal, tapi juga mempertahankan jati diri bangsa. Di situlah pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup,” ujar Darlis, (2/8/2025).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai kekuatan Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa telah teruji oleh sejarah. Keberagaman Indonesia yang terdiri dari ratusan suku, bahasa, dan agama, kata dia, bisa tetap utuh berkat nilai-nilai Pancasila.
“Lihat saja, kita ini bangsa besar dengan ratusan suku dan budaya. Tapi kita tetap bersatu. Itu karena kita punya Pancasila,” tegasnya.
Darlis menyoroti Kalimantan Timur sebagai salah satu contoh nyata harmoni dalam keberagaman. Ia menyebut minimnya konflik sosial di provinsi ini sebagai bukti kuatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga persatuan dan toleransi.
“Di Kaltim, nyaris tidak ada gejolak yang mengarah pada perpecahan. Ini modal besar yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa menjaga persatuan tidak cukup hanya dengan semangat ideologis. Pemerintah, kata Darlis, juga harus memastikan pemerataan pembangunan dan keadilan sosial agar tidak muncul kesenjangan ekonomi yang bisa memicu konflik.
“Ketimpangan dan kemiskinan bisa jadi celah munculnya konflik. Maka pemerataan pembangunan dan keadilan sosial adalah bagian penting dari implementasi Pancasila,” ucapnya.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kaltim yang dinilainya telah menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, dan perkebunan.
“Distribusi anggaran ke sektor-sektor vital adalah cara konkret membangun fondasi sosial yang kuat,” katanya.
Selain itu, Darlis juga menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam menjaga harmoni sosial. Menurutnya, pembinaan terhadap ormas merupakan investasi sosial yang menopang stabilitas dan kerukunan antarkelompok.
“Kalau semua elemen masyarakat, pemerintah, dan ormas bergerak dalam satu arah, saya yakin Kaltim akan tetap jadi provinsi yang aman, maju, dan solid dalam bingkai Pancasila,” tutupnya.





