SAMARINDA – Perubahan jajaran direksi di sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat peran perusahaan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, mendorong para pemimpin baru BUMD untuk meninggalkan pola lama dan mulai mengadopsi pendekatan bisnis yang lebih berani, progresif, dan berorientasi hasil.
Menurutnya, banyak BUMD selama ini masih terjebak dalam strategi konservatif yang hanya menargetkan capaian aman dan minim risiko. Pola pikir seperti itu, kata Ananda, sudah tidak relevan dengan kondisi ekonomi saat ini yang menuntut inovasi dan keberanian mengambil peluang baru.
“Kalau targetnya cuma aman sampai akhir tahun, bagaimana bisa kita harap PAD meningkat? Kita butuh pola pikir bisnis yang berani membuka peluang, bukan sekadar mempertahankan,” tegas politisi PDI Perjuangan itu, Kamis (25/7/2025).
Ananda juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam dan sektor energi di Kaltim yang seharusnya dapat dimaksimalkan melalui BUMD. Ia berharap direksi baru dapat bersikap visioner, mampu mengeksekusi terobosan konkret, dan tidak hanya bekerja dalam zona nyaman.
“Sekarang waktunya membuktikan. Jangan hanya ganti nama dan jabatan, tapi tidak ada perubahan signifikan dalam performa,” ujarnya.
Meski demikian, Ananda mengapresiasi proses seleksi direksi yang dinilai transparan dan melibatkan tim independen dengan kriteria ketat. Namun ia menekankan, yang lebih penting adalah hasil nyata di lapangan, bukan sekadar formalitas pergantian posisi.
Ananda menambahkan, BUMD idealnya menjadi garda terdepan dalam memperkuat ekonomi daerah dan mengurangi ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat. DPRD Kaltim, kata dia, akan terus mengawal pelaksanaan program strategis yang dijanjikan oleh para direksi baru agar benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat dan daerah.





