Dari Tambang ke Pusat Energi dan Industri Masa Depan, Kaltim Bertransformasi

SAMARINDA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mulai menyiapkan arah baru pembangunan Kalimantan Timur. Daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung batu bara dan Migas akan dipacu menjadi pusat industri dan energi berkelanjutan bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Maju 2045.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, menegaskan Kaltim memiliki semua modal dasar untuk menjadi motor ekonomi baru Indonesia.

“Kalimantan Timur ini kaya energi primer. Tantangannya bukan lagi soal ketersediaan sumber daya, tapi bagaimana mengolahnya menjadi kekuatan industri bernilai tambah tinggi,” ujar Malik dalam acara Indonesia Sustainable Energy Week Regional Kalimantan Timur di Hotel Mercure Samarinda, Senin (14/10/2025).

Ia menjelaskan pemerintah kini menatap Kaltim bukan semata sebagai penghasil komoditas mentah, melainkan sebagai ‘superhub ekonomi nusantara’ kawasan penggerak industri, inovasi, dan transisi energi bersih.

Menurut Malik, langkah awal yang disiapkan Bappenas yakni mendorong hilirisasi industri dan pengembangan pusat aglomerasi ekonomi baru di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).

Infrastruktur seperti jalan tol trans Kalimantan, jaringan logistik, dan kelistrikan terintegrasi menjadi pondasi penting untuk memperkuat konektivitas wilayah.

“Kita ingin menciptakan koneksi kuat antara IKN sebagai pusat pemerintahan, Balikpapan sebagai jantung industri Migas dan Samarinda sebagai pusat inovasi. Tiga simpul ini harus bersinergi,” katanya.

Bappenas tengah menyiapkan strategi untuk mengoptimalkan sumber daya hayati seperti sawit dan kelapa melalui industrialisasi berbasis teknologi tinggi yang ramah lingkungan.

Dalam paparan yang sama, Malik menyoroti kesenjangan antara pasokan dan permintaan energi di Kaltim. Produksi energi berlimpah, namun konsumsi industri masih rendah. Karena itu pemerintah berupaya menciptakan pasar baru dengan mempercepat tumbuhnya industri energi intensif di kawasan tersebut.

Salah satu proyek strategis yang tengah digarap adalah pembangunan Kalimantan Grid, jaringan listrik terpadu yang akan menghubungkan Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara. Sistem ini akan mengombinasikan kekuatan batu bara dan energi air (hydropower), menciptakan bauran energi (energy mix) yang lebih hijau dan stabil.

“Kalau jaringan ini terhubung penuh, Kaltim bisa memiliki energi yang kompetitif sekaligus berpotensi menjadi pengekspor listrik di masa depan,” jelas Malik.

Transformasi Kaltim tersebut diharapkan menjadi model transisi ekonomi hijau di Indonesia dari ketergantungan terhadap sumber daya alam menuju pusat industri modern dan berkelanjutan.

“Kita ingin Kaltim bukan lagi dikenal sebagai daerah tambang, tetapi sebagai pusat energi dan industri masa depan Indonesia,” tegasnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI