SAMARINDA – Dari sebuah rumah sederhana di Kelurahan Lempake, semangat literasi tumbuh menjadi gerakan sosial yang menginspirasi. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Iqro Lempake, Kota Samarinda, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menembus tiga besar nasional wilayah timur dalam ajang Lomba Apresiasi Penyelenggaraan Perpustakaan Masyarakat/TBM Tahun 2025.
Keberhasilan itu bukan datang tiba-tiba. Di baliknya ada sosok Rachmawati, Pengelola sekaligus Pendiri TBM Iqro yang dengan ketulusan dan semangat tinggi mengabdikan diri untuk menumbuhkan minat baca dan memperkuat karakter masyarakat melalui seni dan budaya lokal.
Salah satu program unggulan yang digagas Rachmawati berjudul ‘Dengan Buku Kita Berlayar, Dengan Budaya Kita Mengakar’ menjadi motor utama dalam membangun kebiasaan membaca sekaligus menanamkan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya daerah. Melalui program tersebut, TBM Iqro menghadirkan berbagai kegiatan kreatif seperti Ulat Buku dan LEMPER (Lembar Pendidikan Karakter) yang mengenalkan struktur buku serta nilai-nilai karakter melalui bahan bacaan yang menyenangkan.
Tidak berhenti di situ, TBM Iqro aktif membina para pemustaka di bidang seni. Anak-anak dan pemuda di Lempake dilatih menari, bermain musik sape, membuat video, berdakwah, mendongeng, hingga menulis dan membaca puisi. Banyak di antara mereka kemudian menorehkan prestasi di tingkat kota, provinsi, bahkan nasional.
Salah satu tonggak penting kiprah TBM Iqro adalah berdirinya Rumah Batik Paring Ilung, hasil dari workshop membatik yang diinisiasi Rachmawati dengan dukungan Lurah Lempake dan Camat Samarinda Utara. Lima motif batik karya para pemustaka kini telah memiliki sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), begitu pula sejumlah buku yang mengangkat konten lokal hasil kreasi masyarakat binaan TBM Iqro.
Prestasi membanggakan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari tim juri nasional, Woro Titi Haryanti dan Firman Hadiansyah yang melakukan verifikasi lapangan pada 25 September 2025. Mereka menilai TBM Iqro sebagai contoh ideal bagaimana perpustakaan masyarakat bisa menjadi pusat pemberdayaan yang hidup dan berdampak.
“Semangat dan dedikasi Ibu Rachmawati luar biasa. Ia membuka rumah pribadinya untuk dijadikan ruang baca dan belajar bagi masyarakat. Ini bukti nyata inklusi sosial berjalan,” ungkap salah satu juri saat penilaian.
TBM Iqro Lempake kini menjadi simbol nyata bagaimana perpustakaan berbasis inklusi sosial dapat diimplementasikan secara efektif. Sejalan dengan visi Perpustakaan Nasional RI, TBM Iqro membuktikan perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat pemberdayaan dan perubahan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Samarinda, tetapi menjadi bukti literasi, seni, dan budaya lokal dapat berpadu menjadi kekuatan untuk menumbuhkan karakter bangsa dari akar masyarakat.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





