SAMARINDA – Kota Samarinda dilanda bencana ganda yakni banjir parah dan tanah longsor, setelah diguyur hujan deras yang disertai angin kencang selama lebih kurang tiga jam, Rabu (22/10/2025). Berdasarkan informasi dari Grup WhatsApp Info Taruna Samarinda (ITS), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan berlangsung antara pukul 12.30 WITA hingga 14.30 WITA.
Dampak dari curah hujan ekstrem itu melumpuhkan hampir seluruh isi kota. Menurut pantauan dari relawan Info Taruna Samarinda (ITS), tercatat setidaknya 27 titik jalan utama terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) rata-rata mencapai 30 cm hingga 70 cm.
Bahkan genangan air di beberapa daerah seperti di kawasan Sungai Pinang, dilaporkan mencapai dada orang dewasa menyebabkan banyak kendaraan mogok total.
Selain banjir, bencana longsor turut melanda. Longsor terjadi di Jalan Wiratama Gang Nyiur III, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, sekitar pukul 13.15 WITA. Dua orang dilaporkan menjadi korban, di mana salah satunya sempat terjepit reruntuhan. Tim evakuasi dengan sigap berhasil menyelamatkan satu korban yang terjepit.
Musibah lain terjadi di RT 8 Kelurahan Sempaja Selatan pada pukul 14.00 WITA, di mana tanggul jebol di perumahan Vilatamara belakang Kampus Biru menambah parah genangan air di kawasan tersebut.
Angin kencang disertai hujan menyebabkan kerusakan material. Dilaporkan terjadi insiden pohon tumbang serta atap rumah warga terbang di beberapa lokasi termasuk di Jalan Antasari II Gang 1 (atap rumah warga terbang), Jalan Ir. Sutami (area pergudangan), dan Jalan Juanda 8 Jambu 6 (atap rumah terbang).
Sejumlah jalan utama yang terendam banjir parah dan menyebabkan lalu lintas lumpuh total di antaranya adalah Jalan Juanda, Jalan Rapak Indah, Jalan Suryanata, dan Jalan Letjen Suprapto. Warga Kota Samarinda diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca yang masih rawan.
Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo





