Wagub Seno Aji Sebut Akan Target Pembangunan Infrastruktur Kubar-Mahulu Selesai 2027

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di wilayah barat Kaltim, khususnya jalur penghubung antara Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu). Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan proyek strategis tersebut menjadi perhatian utama karena menyangkut konektivitas antar wilayah dan pemerataan pembangunan.

“Kemarin kami melakukan pengecekan langsung dari Kubar ke Mahakam Ulu. Progresnya sudah cukup bagus, sekitar 45 persen,” ujar Seno Aji usai menerima kunjungan anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat di Samarinda, Selasa (22/10/2025).

Ia menjelaskan perbaikan jalan dilakukan melalui dua sumber pendanaan yakni APBD Provinsi Kaltim dan APBN dari pemerintah pusat. Seno berharap akhir tahun ini pengerjaan yang bersumber dari APBD bisa rampung sementara kegiatan yang dibiayai APBN mulai menunjukkan progres signifikan.

“Kalau berjalan sesuai rencana, jalan rusak parah yang masih sekitar 20 sampai 30 persen itu bisa dituntaskan secara bertahap. Target kami akhir 2027 seluruh ruas jalan dari Kubar sampai Mahulu bisa tersambung mulus,” tegasnya.

Menurut Seno, kondisi infrastruktur di Kubar dan Mahulu selama ini memang menjadi salah satu hambatan utama pertumbuhan ekonomi dan akses layanan publik. Karena itu, Pemprov Kaltim terus mendorong percepatan pembangunan jalan agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang tidak lagi terhambat.

“Permasalahan utama di Kutai Barat ini memang infrastruktur. Kalau konektivitas sudah lancar, ekonomi rakyat otomatis ikut bergerak. Itu sebabnya kami kerja keras bersama Dinas PUPR-PERA Kaltim agar proyek ini selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Seno menambahkan jalan Kubar–Mahulu merupakan urat nadi transportasi bagi dua kabupaten di wilayah hulu Sungai Mahakam. Jalur itu menjadi akses penting menuju kawasan perbatasan sekaligus penopang rantai pasok logistik dan hasil pertanian, perkebunan, hingga pertambangan.

“Bayangkan kalau infrastruktur di sana sudah bagus, hasil sawit, batu bara, dan produk pertanian bisa lebih cepat keluar ke pelabuhan. Dampaknya langsung terasa bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain meningkatkan konektivitas antar wilayah, proyek jalan Kubar–Mahulu diharapkan mampu membuka isolasi desa-desa di pedalaman serta memperluas jangkauan pelayanan publik termasuk pendidikan dan kesehatan.

“Pemerintah tidak ingin pembangunan hanya terkonsentrasi di kota besar. Wilayah barat Kaltim seperti Kubar dan Mahulu juga punya potensi luar biasa dan itu harus kita dukung dengan infrastruktur yang memadai,” jelasnya.

Seno memastikan Pemprov Kaltim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar penyelesaian proyek berjalan sesuai target.

“Ini memang kerja besar. Tapi dengan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kementerian, Insya Allah target 2027 bisa kita capai,” jelasnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI