TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menerapkan pola baru dalam program bantuan pendidikan. Tak lagi hanya sebatas pembagian barang, kali ini Pemkab menyalurkan anggaran Rp64 miliar untuk program seragam dan perlengkapan sekolah gratis melalui mekanisme Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Langkah itu menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif dan efisien, sekaligus menghindari masalah teknis yang kerap muncul dalam distribusi barang bantuan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan total anggaran Rp64 miliar tidak hanya difokuskan pada pembagian seragam, tetapi juga perlengkapan pelajar lainnya.
“Rp64 miliar ini tidak hanya untuk pembagian seragam SD-SMP tapi juga termasuk perlengkapannya yakni sepatu dan tas,” tegas Aulia.
Program seragam gratis tersebut menyasar seluruh siswa SD dan SMP di Kukar, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemerataan akses pendidikan. Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, bantuan kali ini tidak diberikan dalam bentuk barang.
Aulia menjelaskan Pemkab Kukar memilih menyalurkan dana melalui BOS agar sekolah memiliki keleluasaan dalam menentukan kebutuhan masing-masing.
“Kita enggak memberikan dalam bentuk barang karena takutnya ukurannya enggak sesuai, bajunya enggak cukup dan sebagainya. Jadi ini nanti dalam bentuk operasional sekolah,” jelasnya.
Pendekatan itu dianggap lebih fleksibel dan tepat sasaran. Sekolah dapat menyesuaikan pengadaan sesuai jumlah dan ukuran siswa, sekaligus mendukung prinsip transparansi dalam pengelolaan dana publik.
Program tersebut diharapkan meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama orang tua siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan seragam dan perlengkapan sekolah menjadi bentuk nyata perhatian Pemkab Kukar terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di daerah.
Melalui kebijakan baru itu, Pemkab Kukar ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak langsung bagi peserta didik, sekaligus menumbuhkan semangat belajar di awal tahun ajaran baru. (adv)
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





