UMKM Jadi Sektor Prioritas Sangasanga untuk Kembangkan Ekonomi Masyarakat

TENGGARONG – Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini menempatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai poros utama dalam membangun ekonomi masyarakat. Gerakan ini menandai perubahan arah pembangunan, dari ketergantungan sektor migas menuju ekonomi kerakyatan berbasis kreativitas lokal.

Saat ini, tercatat sekitar 500 unit usaha aktif di Sangasanga, meliputi produksi pangan lokal, kerajinan, hingga perdagangan harian. Pemerintah kecamatan melihat geliat ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi masyarakat pasca-pandemi.

Camat Sangasanga, Muhammad Dachriansyah, menegaskan pihaknya berkomitmen menjadikan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Program pengembangan UMKM, kata dia, kini menjadi salah satu fokus utama pelayanan publik.

“Produk lokal seperti gula gait, amplang, dan makanan ringan memiliki pasar potensial, baik di tingkat lokal maupun lebih luas,” sebut Dachriansyah, Selasa (tanggal tidak disebut).

Langkah konkret dilakukan melalui kerja sama antara pihak kecamatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar. Kolaborasi tersebut mencakup pelatihan intensif, pendampingan usaha, dan fasilitasi akses permodalan bagi pelaku UMKM di berbagai sektor.

Materi pelatihan disusun untuk menjawab tantangan zaman seperti mulai dari teknik produksi higienis, strategi pemasaran digital, hingga manajemen keuangan. Harapannya, pelaku UMKM Sangasanga dapat bertransformasi menjadi pelaku bisnis yang adaptif, modern, dan berdaya saing.

Tidak hanya pelatihan, bantuan peralatan produktif digelontorkan. Pemerintah menyalurkan mesin jahit untuk pelaku konveksi, alat tangkap ikan bagi nelayan, dan freezer untuk pedagang ikan serta daging. Semua diarahkan agar efisiensi produksi meningkat dan kualitas produk terjaga.

“Dukungan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus memperluas peluang usaha di tengah kompetisi pasar yang semakin ketat,” tambahnya.

Dari sisi legalitas, pemerintah membantu pelaku UMKM dalam pengurusan izin usaha serta mendorong sertifikasi BPOM agar produk lokal dapat menembus pasar ritel modern dan platform e-commerce nasional.

Menariknya perhatian diberikan kepada generasi muda. Pemerintah membuka pelatihan wirausaha digital sebagai wadah bagi anak-anak muda Sangasanga untuk berani membangun usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja baru.

Gerakan regenerasi wirausaha itu menjadi upaya strategis menggeser paradigma ekonomi di Sangasanga: dari kawasan industri ekstraktif menuju ekosistem bisnis kreatif yang berkelanjutan.

“Harapan kami, UMKM di Sangasanga tidak hanya bertahan, tapi juga benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” jelas Dachriansyah. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI