DLHK Kukar Siapkan Revitalisasi RTH Bernuansa Tematik, Taman Enggang Jadi Proyek Percontohan 2026

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai merancang wajah baru kota Tenggarong melalui program revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berorientasi ekologis dan partisipatif. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan taman kota yang tidak hanya indah, tetapi juga berfungsi sebagai paru-paru hijau dan ruang interaksi sosial masyarakat.

Salah satu fokus utama dalam program ini adalah Taman Enggang, ikon hijau yang berlokasi di jantung Kota Tenggarong. Tahun 2026, taman tersebut akan menjadi proyek percontohan revitalisasi yang menggabungkan fungsi ekologis, estetika, dan edukasi publik.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menyampaikan saat ini pihaknya masih dalam tahap identifikasi dan penataan awal terhadap seluruh RTH di wilayah kota. Hal ini dilakukan karena kewenangan pengelolaan taman baru secara resmi dilimpahkan ke DLHK pada tahun lalu.

“Anggaran ada, tetapi memang belum maksimal. Kami masih menyusun usulan untuk tahun depan agar bisa lebih optimal,” terangnya, Kamis (9/10/2025).

Ia menambahkan meskipun sejumlah perbaikan telah dilakukan, hasilnya belum sepenuhnya maksimal karena masih bersifat pembenahan awal. Salah satu yang sudah tersentuh adalah area bawah jembatan Tenggarong, di mana beberapa tiang bengkok telah diperbaiki dan ditata ulang.

“Ini bagian dari langkah awal. Nanti kami tentukan RTH mana saja yang jadi prioritas agar pembenahannya lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

DLHK Kukar menyiapkan strategi penataan taman secara bertahap dan terukur, dengan memperhitungkan kondisi fisik, tingkat pemanfaatan oleh masyarakat, serta potensi pengembangan kawasan sebagai ruang publik yang ramah lingkungan.

“Kami akan koordinasi dengan bidang teknis agar taman-taman kota bisa tampil lebih cantik sekaligus nyaman bagi warga,” kata Slamet.

Selain Taman Enggang, sejumlah taman lain di Tenggarong juga masuk dalam agenda penataan lanjutan. Revitalisasi ini tidak hanya ditujukan untuk memperindah kota, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis taman sebagai area resapan air, penyerap karbon, dan pengendali suhu mikro perkotaan.

Slamet menjelaskan konsep yang diusung dalam penataan kali ini mengarah pada taman tematik berbasis vegetasi lokal. Setiap taman akan menonjolkan ciri khas tersendiri—ada yang berfokus pada flora endemik, edukasi lingkungan, hingga taman keluarga dengan fasilitas bermain anak yang aman dan inklusif.

“Harapan kami, setiap taman menjadi identitas kawasan dan tempat warga merasa memiliki,” jelasnya. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI