Disdamkarmatan Bangun Sistem Respons Cepat Lewat 47 Unit Damkar di 20 Kecamatan

TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin memperkuat ketangguhannya menghadapi ancaman kebakaran dengan membangun sistem tanggap darurat terpadu berbasis wilayah. Melalui program ‘Kukar Siaga Api’, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) kini menyiagakan 47 unit mobil pemadam yang tersebar di 20 kecamatan, lengkap dengan dukungan mesin portable untuk menjangkau daerah pelosok.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menjelaskan penempatan armada disesuaikan dengan karakteristik geografis dan tingkat kerawanan kebakaran di masing-masing kecamatan.

“Saat ini kami punya kurang lebih 47 unit yang tersebar di 20 kecamatan se-Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya di Markas Komando (Mako) Damkar Tenggarong, Jumat (10/10/2025).

Menurut Fida, pemerataan armada bukan hanya soal jumlah, tetapi soal kecepatan dan jangkauan penanganan. Setiap kecamatan memiliki titik siaga strategis yang memperhitungkan kepadatan penduduk, aktivitas industri, hingga kondisi topografi.

Di antara seluruh wilayah, Kecamatan Tenggarong menjadi titik fokus utama dengan 12 unit mobil pemadam, terdiri atas sembilan unit di Mako Damkar dan tiga unit di Pos Pattimura. Pos ini difungsikan sebagai pusat reaksi cepat (quick response unit) untuk meminimalkan waktu tempuh saat terjadi kebakaran di kawasan padat penduduk.

“Desain ini kami buat karena Mako berada sekitar 2,7 sampai 3 kilometer dari pusat kota. Jadi, di Pos Pattimura ditempatkan unit serang agar bisa lebih cepat bergerak bila ada kebakaran di tengah kota,” kata Fida.

Konsep ‘unit serang’ ini menjadi inovasi baru dalam pola penanganan kebakaran perkotaan di Kukar. Dua unit pemukul pertama ditempatkan di zona strategis agar dapat tiba di lokasi kejadian dalam hitungan menit, sebelum pasukan utama datang menyusul.

Disdamkarmatan juga mengembangkan sistem integrasi antarposko kecamatan, memungkinkan bantuan lintas wilayah dikerahkan secara otomatis jika terjadi kebakaran besar tanpa harus menunggu perintah dari pusat komando.

Namun kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada peralatan. Fida menegaskan, peningkatan kapasitas personel menjadi prioritas utama melalui pelatihan pemadaman dan penyelamatan di medan berat, termasuk simulasi kebakaran hutan, industri, dan permukiman padat.

“Kami terus memperkuat kemampuan SDM agar setiap petugas mampu menghadapi berbagai situasi darurat dengan cepat dan aman,” tegasnya.

Pemerintah daerah menyiapkan armada ringan dan portable untuk daerah yang sulit dijangkau mobil besar, seperti di bantaran sungai dan pedalaman. Dengan langkah itu, wilayah terpencil pun tetap terhubung dalam sistem tanggap darurat terpadu.

Fida optimistis kombinasi antara kesiapan armada, pelatihan petugas, dan dukungan masyarakat akan menjadikan Kukar semakin tangguh menghadapi kebakaran. Ia mengimbau warga untuk aktif menjaga lingkungan dan segera melapor jika muncul indikasi bahaya api.

“Penanganan kebakaran bukan hanya tanggung jawab petugas, tapi juga bagian dari kesadaran bersama. Dengan kolaborasi masyarakat, kita bisa wujudkan Kukar yang benar-benar siaga terhadap kebakaran,” pungkasnya. (adv)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI