BERAU – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyoroti kondisi infrastruktur di Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, yang kini tengah menjadi perhatian pemerintah daerah.
Meski belum meninjau langsung ke lapangan, Sumadi menyebut berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah titik di kawasan tersebut memang memerlukan perhatian serius, terutama jalan rusak yang menjadi akses vital masyarakat.
“Pembangunan di Kampung Gurimbang itu tidak hanya sebatas jalan. Ada beberapa ruas yang kondisinya parah dan menjadi akses utama warga. Ini seharusnya menjadi prioritas Pemkab Berau untuk segera diperbaiki,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, perbaikan di wilayah tersebut penting dilakukan karena terdapat instalasi vital milik PDAM. Jika penanganannya tidak tepat, dikhawatirkan akan berdampak pada distribusi air bersih bagi masyarakat Gurimbang dan Sambaliung.
Terkait penambahan anggaran, Sumadi menyebut pihaknya akan melihat perkembangan ke depan. Pasalnya, tahun depan APBD Berau diperkirakan mengalami efisiensi hingga Rp 1,7 triliun.
“Dampak efisiensi ini luar biasa. Tapi kalau perbaikan itu sangat mendesak dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat, tentu akan kita perjuangkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, menjelaskan pihaknya terus melakukan penguatan turap di Kampung Gurimbang yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat hantaman arus sungai.
“Kondisi arus sungai yang kuat menggerus fondasi bawah turap hingga badan jalan ikut terdampak. Kebutuhan total anggaran mencapai sekitar Rp 40 miliar untuk perbaikan menyeluruh,” ungkapnya.
Penanganan sementara telah dilakukan, namun perkuatan permanen menjadi solusi utama agar kerusakan tidak berulang. DPUPR juga menyiapkan desain teknis berupa pemecah arus, fondasi dalam, dan balok penguat untuk menjaga ketahanan struktur turap.
Hendra menambahkan, pekerjaan akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan titik paling rawan. Langkah ini dinilai lebih efisien dan mencegah kerusakan besar di kemudian hari.
“Idealnya kita tangani bertahap, jangan menunggu rusak parah. Dengan begitu, akses warga tetap terjaga,” pungkasnya. (Ril)





