SAMARINDA – Menjelang akhir tahun, Pemprov Kaltim tancap gas merealisasikan janji pendidikan gratis. Melalui program seragam sekolah senilai Rp65 miliar, ribuan pelajar SMA, SMK, dan SLB di seluruh Kaltim dipastikan mulai menerima seragam baru pada akhir November hingga awal Desember 2025. Langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan kebijakan Gratispol Pendidikan Gratis dan Berkualitas yang digencarkan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk menekan beban biaya pendidikan dan memastikan pemerataan fasilitas sekolah di seluruh kabupaten/kota.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, mengungkapkan proses pengadaan seragam kini sudah memasuki fase penting.
“Produksi sudah berjalan dan Insya Allah selesai tepat waktu. Distribusi akan dimulai setelah tanggal 24 November,” jelasnya.
Armin mengatakan seragam gratis itu tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi sekolah swasta yang berada di bawah kewenangan Pemprov Kaltim. Dengan demikian seluruh siswa tingkat menengah dapat merasakan manfaat yang sama tanpa membedakan status sekolah.
Ia menegaskan anggaran pengadaan seragam yang mencapai Rp65 miliar itu merupakan wujud nyata komitmen Pemprov Kaltim dalam menjalankan kebijakan gratispol secara berkelanjutan.
“Tahun ini mulai direalisasikan dan tahun depan tetap dilanjutkan,” ujarnya.
Menurut Armin, program tersebut dirancang untuk meringankan pengeluaran orang tua siswa yang setiap tahun harus menyiapkan seragam sekolah. Selain itu, program itu diharapkan mampu mengurangi kesenjangan antar wilayah dalam penyediaan fasilitas pendidikan dasar bagi pelajar.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh siswa, di mana pun berada, punya akses yang sama terhadap fasilitas pendidikan,” tambahnya.
Pemprov Kaltim, lanjut dia, terus mendorong penguatan kebijakan pendidikan gratis yang menjadi salah satu prioritas utama. Dukungan penuh dari pimpinan daerah disebut menjadi kunci agar program itu terus berjalan tanpa hambatan.
“Gubernur sangat mendukung penuh agar pendidikan gratis di Kaltim berjalan berkelanjutan,” tegas Armin.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





