SAMARINDA – Usai Rapat Paripurna ke-45, Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, memaparkan perihal pengurangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta potensi yang dapat mendongkrak.
Namun sebelum itu, mengenai pembahasan APBD yang terkesan mepet di penghujung akhir November, Ananda menjelaskan hal tersebut dikarenakan kehati-hatian Badan Anggaran (Banggar) dalam meneliti detail pos anggaran. Belum lagi terjadi penurunan kesepakatan angka dari sebelumnya Rp21 triliun menjadi Rp15,15 triliun yang menuntut adanya efisiensi volume program.
“Kita mau detail. Jangan sampai dampaknya jadi enggak bagus buat ekonomi Kaltim,” tegasnya, Sabtu (29/11/2025).
Selain menyoroti angka anggaran, Ananda memberikan catatan kritis terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mengungkapkan serapan anggaran OPD pada tahun 2025 belum mencapai 70 persen, sementara realisasi pendapatan masih berada diangka 60-an persen.
Meski mengakui adanya faktor waktu transfer dari pusat yang mempengaruhi realisasi, Ananda berharap sisa waktu tahun berjalan dapat dimaksimalkan. Ia menekankan agar hal tersebut menjadi pembelajaran bagi Pemprov Kaltim ke depannya agar pengawasan terhadap serapan anggaran dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih diperketat.
Ananda turut menyinggung optimalisasi aset daerah, khususnya alur Sungai Mahakam yang dinilainya belum memberikan kontribusi maksimal bagi PAD Kaltim.
“Kita punya aset yang panjang dan lebar, itu ‘kan Sungai Mahakam. Yang katanya setiap hari bolak-balik komoditinya bisa sampai triliunan. Harusnya ‘kan apa ini yang bisa Kalimantan Timur dapatkan dari situ?” sebutnya.
Ananda mengungkapkan DPRD Kaltim telah menggelar rapat dengan pihak terkait seperti KSOP, Pelindo, dan MBS untuk membahas potensi tersebut. Ia memimpikan apabila potensi Sungai Mahakam dikelola maksimal, dampaknya akan sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Harusnya bisa besar. Harusnya semua bisa gratis sekolah. Infrastruktur harusnya tidak ada kekurangan,” pungkas Ananda.
Pewarta: K Irul Umam
Editor: Yahya Yabo





