PASER – Pabrik Mini Minyak Goreng (Pamigo) yang dibangun Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Paser, di Desa Bukit Seloka, Kecamatan Long Ikis, hingga akhir 2025 belum beroperasi.
Pamigo yang rencananya akan dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bukit Seloka itu, dibangun sejak 2023 dengan total alokasi anggaran mencapai Rp1,6 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Paser 2023.
Kepala Disperindagkop-UKM Kabupaten Paser, Yusuf, menyatakan belum beroperasinya Pambigo tersebut akibat terkendala kerusakan salah satu alat untuk memproduksi minyak goreng, sehingga belum ada proses produksi secara rutin.
“Ada terjadi kerusakan alat spinner untuk peniris minyak dan waktu itu daya listriknya belum maksimal, tapi ini kemungkinan akan segera dimulai,” kata Yusuf, Selasa (2/12/2025).
Walau dalam kondisi rusak, Disperindagkop-UKM Kabupaten Paser sudah menghibahkan bangunan Pamigo tersebut kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Seloka. Pihaknya sudah melakukan pendampingan dengan memberikan pelatihan pengolahan minyak goreng.
“Akhir November 2025 kemarin kami sudah menyerahkan hibah kepada Pemdes Bukit Seloka sekaligus memberikan pelatihan pengelolaan minyak goreng melibatkan sejumlah pihak,” ujarnya.
Dua tahun berlalu belum ada setetes pun minyak goreng hasil kelapa sawit di Desa Bukit Seloka yang berdampak pada ekonomi masyarakat setempat sesuai rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.
Padahal diketahui, Pemkab Paser pada 2023 lalu, menargetkan untuk pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sesuai tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Paser 2023.
“Belum ada hasil. Ya, walaupun sudah hibah tapi kami masih punya tanggung jawab moral terhadap mesin tersebut untuk diperbaiki,” ucapnya.
Diketahui, pabrik dengan dua bangunan utama serta berisi mesin pengolah kelapa sawit menjadi minyak goreng itu berkapasitas satu ton dan mampu memproduksi 400 liter ketika beroperasi selama 24 jam.
Kecamatan Long Ikis khususnya Desa Bukit Seloka memiliki komoditas kelapa sawit melimpah. Itulah yang menjadi landasan didirikannya industri pengolahan sebagai kebijakan hilirisasi kelapa sawit yang merupakan salah satu komoditas utama Kabupaten Paser.
Pewarta: TB Sihombing
Editor: Yahya Yabo





