Pemkab Paser Dorong Sirkuit Tana Paser Jadi Ikon Sport Tourism, IMI Komit Benahi Fasilitas 2026

PASER – Pemerintah Kabupaten Paser menyatakan dukungan penuh terhadap pemanfaatan Sirkuit Permanen Tana Paser sebagai motor penggerak ekonomi daerah melalui sektor wisata olahraga atau sport tourism. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Paser, Katsul Wijaya, usai menyaksikan suksesnya gelaran Paser Cup Race 2025 yang berlangsung meriah di sirkuit tersebut.

Katsul menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) menaruh harapan besar pada penyelenggaraan event balap seperti road race untuk terus ditingkatkan. Baik dari segi jumlah peserta maupun jumlah pengunjung, karena sport tourism telah ditetapkan sebagai fokus pembangunan daerah oleh Bupati Paser.

“Pemda khususnya Pak Bupati sudah menetapkan Paser sebagai wilayah sport tourism. Dan ini tentu harus kita dukung bersama dalam rangka menggerakkan ekonomi di Paser,” ujarnya, Minggu (7/12/2025).

Ia menyebut gelaran Paser Cup Race 2025 mampu menarik kurang lebih 20.000 penonton. Jumlah tersebut menjadi peluang besar bagi UMKM lokal untuk meraup keuntungan, mengingat tingginya aktivitas ekonomi di sekitar lokasi sirkuit selama event berlangsung.

Meski berjalan sukses, Sekda Paser menekankan bahwa ajang ini tetap membutuhkan evaluasi. Salah satu catatan penting adalah aspek keselamatan dan kenyamanan penonton. Katsul menyoroti banyaknya penonton yang menyaksikan balapan dari area tebing yang rawan longsor maupun tergelincir.

“Tentu dari kegiatan ini kita perlu evaluasi, kalau kita lihat memang perlu ada pembenahan terutama terkait kenyamanan penonton. Rawan sekali itu berdiri-berdiri di tebing,” jelasnya.

Ketua IMI Paser, Hendra Wahyudi, mengakui Sirkuit Tana Paser masih memiliki sejumlah kekurangan. Ia menyatakan komitmennya untuk mulai melakukan pembenahan secara menyeluruh pada tahun 2026.

“Insya Allah di tahun 2026 kita mulai berbenah. Mulai dari fasilitas, sarana prasarana sirkuit, sampai keamanan dan ketertiban, termasuk parkir dan UMKM,” katanya.

Hendra menegaskan bahwa aspek keselamatan atau safety akan menjadi prioritas utama. Ia menilai keamanan sirkuit adalah fondasi penting agar event—baik lokal maupun regional—dapat berlangsung tanpa insiden yang berpotensi mengurangi kredibilitas sirkuit.

“Apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, misalnya ada fatality, itu pasti akan menurunkan kredibilitas kita ke depan. Karena itu, prioritas pertama yang dibenahi adalah safety,” tegasnya. (nsh)

Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI