TENGGARONG – Para pedagang Pasar Tangga Arung menyatakan kesiapan mengikuti proses pengundian lapak secara tertib dan transparan. Undian lapak yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat tersebut dipastikan hanya diikuti oleh 703 pedagang yang terdata resmi sesuai hasil pendataan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar).
Perwakilan Forum Pedagang Pasar Tangga Arung, Iscyah menyebutkan, seluruh informasi terkait mekanisme undian lapak telah diterima pedagang melalui surat resmi dari Disperindag dan sudah disosialisasikan melalui grup pedagang pasar.
“Sudah, semuanya sudah ada bersurat dari Disperindag dan sudah saya share ke grup pasar. Jadi pedagang sudah tahu dan siap mengikuti,” ujarnya.
Ia menegaskan, jumlah pedagang yang akan mengikuti undian lapak sebanyak 703 orang, sesuai dengan jumlah pedagang yang sebelumnya direlokasi dari Pasar Tangga Arung ke Pasar Sementara di Lapangan Pemuda.
Terkait jenis dagangan, Iscyah memastikan bahwa seluruh peserta undian bukan pedagang basah seperti ikan atau sayur. Pedagang basah yang sebelumnya berjualan di sekitar pasar telah berulang kali diimbau dan ditertibkan oleh instansi terkait.
“Tidak ada lagi pedagang ikan atau sayur. Yang ikut undian ini pedagang pakaian, emas, aksesori, mainan, dan kuliner ringan seperti nasi kuning pagi atau kue-kue, yang nanti tetap ditata rapi,” jelasnya.
Pengundian lapak akan dilakukan secara digital dengan sistem yang disiapkan melalui kerja sama Disperindag dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar. Perwakilan forum pedagang telah mengikuti penjelasan teknis awal terkait mekanisme tersebut.
“Pengundian dilakukan secara acak. Nomor urut, nama pedagang, dan jumlah petak sudah dicek bersama. Tidak ada nama di luar 703 yang muncul, jadi bisa dipastikan tidak ada kecurangan,” tegasnya.
Untuk menjaga ketertiban selama proses berlangsung, forum pedagang juga berkoordinasi dengan Satpol PP agar akses ke area pengundian dibatasi hanya untuk pedagang yang terdaftar dan perwakilan resmi.
“Biasanya yang bikin ramai itu justru yang tidak terdaftar. Karena mereka merasa berjualan dan tidak terakomodir untuk dapat lapak, padahal kan itu data dan mekanismenya jelas. Jadi nanti yang masuk ke area pasar hanya 703 pedagang dan yang mewakili saja,” katanya.
Iscyah mengakui masih ada sebagian kecil pedagang yang tidak masuk dalam daftar undian, namun jumlahnya sangat terbatas dan disebabkan ketidaklengkapan administrasi serta kewajiban retribusi.
“Yang tidak terakomodir itu sedikit sekali, mungkin 6 sampai 10 orang. Itu pun karena administrasi dan pajaknya tidak memenuhi syarat,” ujarnya.
Ke depan, para pedagang berharap Pasar Tangga Arung segera difungsikan penuh agar aktivitas ekonomi kembali menggeliat. Mereka juga berharap pengelolaan pasar berjalan tertib tanpa praktik-praktik yang merusak tatanan pasar.
“Harapan kami pasar ini kembali ramai, ekonomi rakyat pulih. Jangan sampai terulang kejadian lama, bangunan liar dan kepentingan tertentu yang akhirnya bikin pasar kumuh dan pedagang resmi dirugikan,” pungkasnya.
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R





