TENGGARONG – Menjelang peresmian Pasar Tangga Arung, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri turun langsung menemui Forum Pedagang untuk memastikan tidak ada pedagang lama yang tertinggal dalam proses relokasi ke pasar baru. Kunjungan tersebut dilakukan, Sabtu (21/12/2025) malam dalam suasana santai, namun sarat pembahasan teknis.
Aulia menegaskan kehadirannya bukan sekadar peninjauan simbolis, melainkan untuk mendengar langsung kondisi riil di lapangan menjelang pasar dioperasikan.
“Ini bukan kegiatan resmi, kita jalan-jalan saja, bertemu teman-teman forum, melihat langsung situasi pasar yang rencananya akan kita resmikan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Dalam dialog bersama pedagang, Aulia memastikan proses pengisian petak dagang telah melalui mekanisme pengundian dan secara prinsip seluruh pedagang lama Pasar Tangga Arung sudah terakomodir. Bahkan jumlah petak di pasar baru disebut jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya.
“Yang paling penting, semua pedagang lama sudah masuk. Itu komitmen kita. Kalau masih ada laporan petak kosong, akan kita verifikasi lagi,” tegasnya.
Meski dinyatakan siap beroperasi, Aulia tidak menampik masih adanya kendala teknis, khususnya petak dagang yang terdampak struktur bangunan sehingga ukurannya menjadi kurang ideal. Pemerintah daerah tidak akan membiarkan pedagang dirugikan.
“Ada beberapa petak yang memang terdampak konstruksi. Itu akan kita carikan solusi. Kalau memang tidak representatif, kita gantikan dengan yang lebih layak,” jelasnya.
Ia pun meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar sebagai leading sektor untuk melakukan pendataan ulang secara cermat, guna memastikan tidak ada pedagang lama yang terlewat dan memicu persoalan di kemudian hari.
Dari hasil diskusi bersama Forum Pedagang, Pasar Tangga Arung dinyatakan siap dioperasionalkan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menargetkan peresmian dilakukan pada awal Januari 2026.
“Tadi dengan tegas disampaikan pedagang, pasar ini sudah siap. Insya Allah awal Januari kita resmikan,” kata Aulia.
Selain isu pedagang, Aulia menyinggung aspirasi pengemudi Ojek Online (Ojol) yang mengusulkan adanya pangkalan di kawasan pasar. Menurutnya usulan tersebut sudah dibahas dan akan dikaji lebih lanjut selama tidak mengganggu tata letak pasar.
“Kalau memang bisa ditempatkan secara representatif dan tidak mengganggu layout (tampilan), tentu tidak ada masalah,” pungkasnya.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





