Satu Tahun Kepemimpinan Rudy-Seno di Kaltim, Tunggu Arah Kebijakan Hilirisasi dan Tantangan Efisiensi Anggaran

SAMARINDA – Genap satu tahun kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dan Wakil Gubernur, Seno Aji, dinamika pembangunan di Benua Etam menjadi sorotan tajam. Dalam Dialog Publik yang digelar di Caffe D’baggios, Minggu (21/12/2025), para pengamat dan perwakilan partai politik membedah capaian serta tantangan besar yang membayangi tahun 2026.

Koordinator Pokja 30, Buyung Marajo, memberikan catatan kritis mengenai pengelolaan fiskal daerah. Di tengah proyeksi anggaran yang mulai mengetat, ia mendesak Pemprov Kaltim untuk melakukan ‘diet’ anggaran pada pos-pos yang tidak bersentuhan langsung dengan rakyat.

“Kurangilah belanja yang bersifat non-teknis. Kurangi perjalanan dinas, biaya rapat, hingga proyek yang tidak menyentuh publik. Uang rakyat harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk rakyat,” tegas Buyung.

Selain masalah efisiensi, Buyung menyoroti program unggulan beasiswa gratis. Ia memperingatkan gubernur agar lebih selektif dalam memilih tim pelaksana. Menurutnya integritas orang-orang di balik program tersebut menjadi kunci agar visi mulia pendidikan gratis tidak dirusak oknum-oknum yang memiliki rekam jejak bermasalah pada periode sebelumnya.

Menanggapi kritik tersebut, perwakilan Partai Gerindra, Yaqubus, menyatakan masukan dari para aktivis dan pengamat adalah refleksi sehat bagi jalannya pemerintahan. Ia memastikan poin-poin mengenai kebijakan fiskal dan sentuhan langsung anggaran ke masyarakat akan menjadi bahan diskusi internal mereka.

“Kami mengapresiasi pemikiran anak-anak muda ini. Mengenai kebijakan fiskal, ini memang menjadi perhatian khusus kami agar anggaran ke depan benar-benar berdampak langsung pada kepentingan masyarakat,” ujar Yaqubus.

Ia membeberkan strategi besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kaltim di tengah tantangan global tahun 2025 yakni melalui hilirisasi sektor unggulan.

Hilirisasi Batubara & Migas yakni transformasi dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produk bernilai tambah.

Hilirisasi Perkebunan yaitu membangun industri pengolahan untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Dialog tersebut menyimpulkan meskipun arah kebijakan ekonomi melalui hilirisasi mulai terlihat, tantangan besar terletak pada implementasi teknis dan pengawasan. Publik menunggu pembuktian apakah efisiensi anggaran yang dituntut publik dapat disinkronkan dengan ambisi besar pembangunan industri di Kalimantan Timur.

Pewarta: Dimas
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI