TENGGARONG – Meski sebagian dana transfer dari pemerintah pusat belum sepenuhnya masuk ke daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya untuk memastikan seluruh kewajiban pembayaran kegiatan daerah dapat terpenuhi di akhir tahun.
Sebagai langkah antisipasi, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyiapkan skema pinjaman jangka pendek ke Bank Kaltimtara sebagai plan B (rencana tambahan) untuk menjaga stabilitas keuangan daerah.
Ia mengatakan langkah tersebut merupakan hasil rapat internal Pemkab Kukar untuk menghadapi kondisi terkini dana transfer pusat. Dari total alokasi yang menjadi hak daerah, Pemkab Kukar dijadwalkan masih akan menerima Rp1,06 triliun hingga akhir tahun.
“Tetapi per besok itu Insya Allah akan masuk Rp453 miliar. Kita masih menunggu sekitar Rp700 miliar lagi,” sebutnya.
Memanfaatkan sisa hari kerja hingga penutupan tahun anggaran, Aulia memastikan pihaknya akan terus berupaya untuk mengoptimalkan komunikasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendapat kejelasan terkait sisa hak keuangan daerah yang seharusnya ditransfer ke kas Pemkab Kukar.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, Bupati menegaskan Pemkab Kukar telah menyiapkan rencana cadangan untuk tetap dapat melangsungkan pembayaran kegiatan.
“Kalau pun tidak cair atau tidak bisa terbayar, maka kita akan melakukan pinjaman ke Bank Kaltimtara. Sekali lagi kita garis bawahi, ini bukan defisit, tetapi penundaan transfer,” tegasnya.
Dalam skema yang disiapkan, jaminan pinjaman ke Bank Kaltimtara berupa Surat Keputusan Menteri Keuangan terkait dana transfer yang telah ditetapkan sebagai hak pemerintah daerah.
“Nanti yang kita jaminkan ke Bank Kaltimtara adalah surat keputusan Menteri Keuangan terkait dengan dana transfer yang sudah menjadi haknya pemerintah daerah. Ketika uang itu masuk, langsung diserahkan ke Bank Kaltimtara,” jelasnya.
Aulia menegaskan beberapa skema pembiayaan yang telah disiapkan tersebut merupakan upaya serius Pemkab Kukar dalam meminimalkan dampak terhadap pihak ketiga maupun pelaksana kegiatan.
“Harapan kita tidak ada atau tidak banyak pihak yang dirugikan dengan kondisi seperti ini,” sebutnya.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





