PPU — Perumda Air Minum Danum Taka Penajam Paser Utara (PPU) mencatat pertumbuhan signifikan dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Kapasitas produksi air bersih meningkat hampir delapan kali lipat dari awalnya hanya 50 liter per detik saat diserahkan dari Kabupaten Paser menjadi hampir 380 liter per detik saat ini.
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, menyampaikan peningkatan kapasitas tersebut masih akan bertambah. Sebanyak 60 liter per detik tambahan kapasitas produksi dijadwalkan diresmikan pada Januari 2026, sehingga total produksi air bersih mencapai sekitar 420 liter per detik.
Seiring dengan peningkatan kapasitas, cakupan pelayanan mengalami perluasan signifikan. Jumlah pelanggan meningkat dari sekitar 1.000 Sambungan Rumah (SR) menjadi hampir 17.000 SR yang kini melayani 24 kelurahan dan desa di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Meski demikian, Abdul Rasyid mengakui cakupan layanan di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Babulu dan Sepaku masih terbatas dan menjadi fokus pengembangan perusahaan ke depan.
“Kami mengalami peningkatan yang cukup signifikan, baik dari kapasitas produksi maupun jumlah sambungan rumah. Namun tentu masih ada pekerjaan rumah, terutama terkait cakupan layanan di Babulu dan Sepaku yang akan menjadi prioritas pengembangan ke depan,” ujarnya, Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan sejak tahun 2022, Perumda Air Minum Danum Taka telah beroperasi secara mandiri tanpa dukungan keuangan pemerintah daerah serta berhasil membukukan laba yang kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20, Perumda Air Minum Danum Taka menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU), di antaranya dengan Bank BTN dan Bank BNI untuk layanan pembayaran Daring, PT ASDP Indonesia Ferry untuk penyediaan air bersih bagi kapal feri, serta BPBD PPU untuk pendistribusian air bersih di wilayah terdampak bencana.
Untuk ke depan, Perumda Air Minum Danum Taka menargetkan ekspansi layanan melalui program sambungan rumah gratis, khususnya di wilayah Sepaku serta pesisir Babulu dan Penajam. Perusahaan menargetkan penambahan sekitar 3.000 sambungan rumah dengan proyeksi laba meningkat hingga Rp5 miliar pada tahun 2026.
“Tadi Bupati juga berpesan agar kami memprioritaskan sambungan rumah gratis di wilayah Sepaku dan pesisir. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan kami terhadap visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati PPU dalam penyediaan air bersih gratis bagi masyarakat. Insya Allah tahun depan kami akan bergerak lebih cepat dan efisien tentunya,” pungkasnya.
Pewarta: Deddy Pz
Editor: Yahya Yabo





