PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) sudah memasuki proses pembangunan 18 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Hal tersebut dilakukan, setelah proses survei kelayakan terhadap lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser maupun Pemerintah Desa (Pemdes) oleh PT Agrinas Pangan Nusantara yang bekerjasama dengan Kodim 0904/Paser.
Kepala Disperindagkop UKM Paser, Yusuf, mengatakan pengerjaan fisik 18 KDMP tersebut telah berjalan sejak Desember 2025 lalu setelah melalui survei kelayakan lahan yang ketat. Pembangunan itu ditargetkan selesai dan siap serah terima pada Maret 2026 mendatang.
“Lahannya milik pemerintah daerah maupun desa dan PT Agrinas yang membangunkan. Proses pengerjaan sudah berjalan sejak Desember lalu dan harapannya Maret sudah serah terima,” katanya, Selasa (6/12/2025).
Yusuf menjelaskan lahan yang diajukan harus memenuhi kriteria teknis dari PT Agrinas, di antaranya lokasi yang strategis di pusat keramaian serta luas lahan yang mencukupi. Setiap KDMP yang dibangun secara permanen nantinya akan memiliki tujuh outlet yang terintegrasi untuk mendukung aktivitas ekonomi warga.
“Kalau syarat terpenuhi, maka akan didaftarkan di portal Agrinas dan setelahnya akan proses pembangunan,” ujarnya.
Saat ini terdapat 18 titik yang sudah memasuki tahap konstruksi meliputi Desa Laburan Baru, Keresik Bura, Pasir Belengkong, Seniung Jaya, Sangkuriman, Mendik Bhakti, Sebakung Taka, Samurangau, Kerta Bumi, Kendarom, Keluang Paser Jaya, Klempang Sari, Jone, Senaken, Batu Botuk, Libur Dinding, Muser, dan Kelurahan Muara Komam.
Selain 18 titik yang sedang dibangun, Disperindagkop UKM telah mengusulkan 7 desa untuk disurvei kelayakannya oleh tim Agrinas yaitu Desa Tajur Mulya, Bukit Seloka, Atang Pait, Teluk Waru, Jemparing, Belimbing, dan Samuntai.
Hingga awal 2026, tercatat total 33 desa di Kabupaten Paser yang telah menyatakan kesiapan lahan dan dukungan anggaran untuk kehadiran KDMP.
“Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dengan menyediakan wadah usaha yang modern dan terintegrasi langsung di tingkat desa/kelurahan,” pungkasnya.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





