SAMARINDA — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum penegasan arah pembangunan daerah.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menempatkan sektor pendidikan sebagai fondasi utama dalam strategi jangka panjang menuju visi Kaltim Sukses dan Indonesia Emas 2045.
Usai memimpin upacara, Rudy menyatakan pembangunan sumber daya manusia menjadi investasi terbesar pemerintah provinsi dalam menyiapkan generasi masa depan.
Melalui program pendidikan gratis secara menyeluruh atau Gratispol, pemerintah menargetkan lahirnya generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.
“Visi besar kita adalah membangun manusia Kalimantan Timur yang unggul. Pendidikan adalah investasi paling penting yang kita dorong dalam satu tahun terakhir,” ujar Rudy.
Tema peringatan 2026 menurut Rudy, mencerminkan pergeseran fokus pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat kemajuan.
Visi Kaltim Sukses tidak hanya dimaknai sebagai pertumbuhan ekonomi, tetapi peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Meski demikian, Rudy mengakui upaya mewujudkan generasi emas tidak dapat berdiri sendiri. Pemerintah provinsi terus mengejar pemerataan infrastruktur sebagai penopang utama akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sejumlah proyek strategis seperti peningkatan jalan penghubung Kutai Timur–Berau serta akses Sotek di Penajam Paser Utara menuju Bongan, Kutai Barat, masih menjadi pekerjaan rumah yang dikejar untuk memperbaiki konektivitas antar wilayah.
“Konektivitas yang baik akan mempercepat distribusi logistik, membuka akses layanan dasar, dan mendorong ekonomi lokal,” kata Rudy.
Di tengah ambisi besar tersebut, tantangan pembangunan di Kalimantan Timur dinilai semakin kompleks. Ketimpangan wilayah, kualitas layanan publik, serta kebutuhan kolaborasi lintas sektor menjadi isu yang harus dihadapi secara terbuka.
Rudy menegaskan keberhasilan visi generasi emas tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi pada soliditas masyarakat.
“Dengan semangat persatuan dan gotong royong, kita optimistis Kalimantan Timur mampu melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Pada usia ke-69, Benua Etam dihadapkan pada pilihan penting, memastikan visi besar pembangunan manusia benar-benar dirasakan hingga pelosok atau sekadar menjadi slogan tahunan tanpa dampak nyata.
Pewarta: Hadi Winata
Editor: Yahya Yabo





