SAMARINDA – Pada Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke-69, Jumat (9/1/2026), M. Darlis Pattalongi, Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim menyampaikan adanya pertumbuhan di bidang pedesaan. Hal itu merujuk kepada sektor pedesaan sejak berdirinya provinsi Kaltim1956 silam.
Menurut Darlis, saat ini Kaltim sudah memajukan desa tertinggal pada kisaran angka 180 pada 2025. Tentu capaian tersebut perlu diapresiasi mengingat tantangan kesenjangan desa dan kota selalu jadi problematik pemerataan.
“Itu tantangan kita ya dan itu persoalan klasik, semua daerah menghadapi hal yang sama. Makanya kami di komisi IV itu terus mengawal agar keberadaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) itu terus kita support,” jelas Darlis.
Meski demikian, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim pada Desember 2024 lalu, ketimpangan antar desa dan kota cukup naik dengan angka 1,102 perihal kemiskinan. Berbeda dengan tingkat kemiskinan di kota yang menurun dengan angka 0,781.
Darlis menekankan sejauh ini pemerintah provinsi sudah memberikan kinerja maksimal terkait pemerataan hingga desa.
“Semua sudah berkembang sudah termasuk desa yang sedang dan desa berkembang. itu bukti konkret bahwa pemerintah Provinsi Kalimantan Timur itu menaruh perhatian terhadap keberadaan desa-desa kita,” terangnya.
Darlis mengakui masih ada hal yang kurang pada akses desa. Merujuk pada infrastruktur jalan, sekolah, rumah sakit, dan lain sebagainya tetap jadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk pemerintah.
“Tapi sekali lagi kami melihat bahwa komitmen pemimpin di Kaltim. Itu juga ditunjukkan dengan seringnya beliau berkunjung ke pelosok-pelosok. Bahkan kita bisa lihat tidak hadirnya di dalam paripurna ini ‘kan karena situasi kesehatan yang baru pulang dari Mahakam Ulu dan Kutai Barat melakukan kunjungan monitoring terhadap proyek-proyek yang ada di pedesaan,” jelasnya.
Pewarta: K Irul Umam
Editor: Yahya Yabo





