Desa Labuangkallo Tidak Lagi Gelap, Kini Nikmati Listrik Tenaga Surya Bantuan Pemprov Kaltim

SAMARINDA – Penantian panjang masyarakat Desa Labuangkallo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, akhirnya terjawab. Desa yang berada di kawasan tambak dan selama ini hidup dalam keterbatasan akses energi listrik kini mulai menikmati penerangan atas bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Desa Labuangkallo dikenal sebagai wilayah dengan akses yang cukup terbatas. Untuk mencapai desa tersebut, masyarakat harus menyeberang menggunakan perahu khusus dan melewati kawasan hutan bakau dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Kondisi geografis tersebut membuat Labuangkallo selama bertahun-tahun belum tersentuh jaringan listrik konvensional.

Desember 2025 lalu, melalui program Jospol Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan bantuan energi listrik berupa 40 unit PLTS APDAL (Alat Penyalur Daya Listrik) kepada masyarakat Desa Labuangkallo.

Setiap unit PLTS dilengkapi panel surya berkapasitas 400 watt peak (wp) dengan daya simpan baterai mencapai 1.000 watt hour (wh).

Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan bantuan PLTS tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pemerataan akses energi, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di daerah akses terbatas seperti Desa Labuangkallo, dapat menikmati listrik yang layak dan berkelanjutan. PLTS APDAL ini menjadi solusi energi ramah lingkungan yang tepat untuk wilayah seperti ini,” ujar Bambang Arwanto di Samarinda.

Ia menjelaskan pemanfaatan energi surya dinilai efektif untuk daerah pesisir dan kawasan tambak yang belum memungkinkan pembangunan jaringan listrik konvensional. Selain itu, penggunaan PLTS sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih.

“Kehadiran PLTS APDAL ini memberikan dampak yang sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat. Sebelumnya, warga hanya mengandalkan lampu sumbu, pelita, dan obor sebagai sumber penerangan di malam hari. Kini kebutuhan listrik dasar seperti penerangan rumah dan aktivitas keluarga pada malam hari dapat terpenuhi dengan lebih aman dan nyaman,” tambahnya

Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI