Desa Padang Jaya Paser Raih Juara 1 Lomba Desa Nasional 2025

PASER – Desa Padang Jaya, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Desa tersebut berhasil meraih Juara 1 Lomba Desa dan Kelurahan Nasional Regional 3 tahun 2025 yang mencakup wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Keberhasilan itu menjadi tonggak sejarah bagi desa yang berdiri sejak 2004 tersebut. Transformasi pesat dari pemukiman baru hasil pemekaran menjadi sentra pertumbuhan ekonomi mandiri menjadi alasan kuat dibalik perolehan nilai tertinggi dalam kompetisi bergengsi tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Paser, Chandra Irwanadhi, mengungkapkan profesionalisme lembaga ekonomi desa menjadi kunci utama stabilitas finansial menjadi salah satu pilar utama adalah Koperasi Pengelola Unit Desa (KPUD) yang telah mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti bahwa pengelolaan perkebunan di Padang Jaya telah memenuhi standar keberlanjutan global, menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan kelestarian lingkungan,” kata Chandra, Selasa (13/1/2026).

Selain sektor perkebunan rakyat, geliat ekonomi desa dipacu BUMDes Amanah Padang Jaya. Sejak didirikan pada tahun 2019, BUMDes tersebut telah bertransformasi menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang secara konsisten menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Melalui unit-unit usahanya, BUMDes Amanah Padang Jaya berhasil menciptakan lapangan kerja, sekaligus memastikan perputaran modal tetap berada di dalam desa,” terangnya.

Salah satu inovasi unggulan yang dinilai menjadi perhatian tim penilai nasional adalah konsep kawasan pertanian terpadu. Desa Padang Jaya berhasil mengintegrasikan berbagai sektor dalam satu ekosistem produktif yang saling mendukung. Kawasan itu mencakup lahan persawahan seluas 2 hektar sebagai basis ketahanan pangan, perkebunan kelengkeng yang menjadi ikon buah unggulan desa dengan nilai jual tinggi, peternakan ayam pedaging yang dikelola dengan sistem modern untuk menyuplai pasar lokal, dan budidaya ikan air tawar dengan memanfaatkan sumber air yang ada untuk diversifikasi pangan.

“Inovasi ini bukan sekadar upaya ketahanan pangan, melainkan strategi pemerintah desa dalam meningkatkan PADes,” jelasnya.

Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI