TENGGARONG – Meski kalender politik masih terbilang panjang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memanaskan mesin organisasi.
Konsolidasi internal dilakukan lebih awal, seiring bergabungnya sejumlah tokoh masyarakat dan politisi senior ke dalam barisan partai berlambang burung garuda tersebut.
Ketua DPC Gerindra Kukar, Alif Turiadi, mengisyaratkan dinamika internal partainya tengah mengalami penguatan signifikan. Masuknya sejumlah tokoh dinilai menjadi modal strategis untuk memperkuat basis politik Gerindra di daerah.
“Banyak perubahan yang terjadi di DPC ini. Para tokoh banyak bergabung dan berkontribusi. Ini menjadi modal penting bagi Gerindra Kukar ke depan,” ujar Alif.
Sinyal penguatan itu terlihat dalam Rapat Pimpinan (Rapim) DPC Gerindra Kukar yang digelar di Kantor DPC Gerindra Kukar, Selasa (20/1/2026).
Sejumlah wajah baru tampak mengikuti rapat, salah satunya Marwan, politisi senior yang sebelumnya dikenal pernah memimpin bercokol di sejumlah partai seperti PAN, Nasdem dan PKN. Kehadirannya menyita perhatian setelah tampil mengenakan kemeja empat kantong khas Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya sempat mencuat kabar tentang Aulia Rahman Basri, Bupati Kukar, telah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra. Informasi tersebut bahkan sempat dikonfirmasi oleh Seno Aji, selaku Ketua DPD Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim).
Namun kabar tersebut tidak pernah dijawab secara lugas oleh Bupati. Ia kerap merespons pertanyaan terkait status kepartaiannya dengan kalimat singkat ‘yang tahu-tahu aja’.
Meski demikian, keharmonisan Aulia dengan Gerindra kerap terlihat di ruang publik. Mulai dari kemunculannya mengenakan kemeja empat kantong ala Prabowo. Hingga kesamaan pandangan politik dalam menyikapi isu strategis seperti wacana pemilihan kepala daerah tidak langsung melalui DPRD.
Apabila kabar mengenai bergabungnya Bupati Kukar ke Gerindra tersebut benar, hal itu diyakini akan menjadi fondasi penting bagi Gerindra dalam memperkuat posisi dan merebut tambahan kursi di DPRD Kukar.
Rapim DPC Gerindra Kukar dihadiri seluruh anggota DPRD Kukar dari Fraksi Gerindra. Dalam forum itu, Alif Turiadi kembali menegaskan arah perjuangan kader, khususnya para anggota dewan, agar tetap aktif turun ke masyarakat dan menyerap aspirasi warga.
“Kita arahkan anggota dewan untuk tetap terjun ke masyarakat, menyerap aspirasi, dan tentu kita berharap mereka bisa bertahan di DPRD. Kalau perlu malah menambah target kursi,” tegas Alif.
Sebagai partai penguasa di tingkat nasional, Alif mengakui tantangan Gerindra di daerah tidak ringan. Karena itu, ia memastikan mesin politik partai akan terus dijaga dalam kondisi menyala, salah satunya dengan mempertebal jumlah kursi di DPRD Kukar.
Upaya tersebut, kata dia, ditempuh melalui penguatan kader internal sekaligus membuka ruang transfer politik bagi tokoh-tokoh potensial yang memiliki visi sejalan dengan arah perjuangan Gerindra.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang satu visi dengan Pak Prabowo. Yang mendukung program makan bergizi gratis, Koperasi Merah Putih, dan penguatan ekonomi desa,” jelasnya.
Alif menekankan pentingnya edukasi politik kepada pemilih agar lebih rasional dalam menentukan wakil rakyat. Ia menilai orientasi memilih ke depan tidak boleh lagi semata-mata berbasis uang atau popularitas.
“Masyarakat harus bisa memilah wakil rakyat yang benar-benar punya kapabilitas, bukan hanya soal MPWP (nomor piro atau wani piro),” katanya.
Tidak hanya menyasar elite politik, Gerindra Kukar memanaskan mesin hingga ke akar rumput, khususnya segmen pemilih muda.
Alif menyebut Gerindra memiliki sayap organisasi seperti Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) dan Tunas Indonesia Raya (Tidar) yang menjadi ruang aktualisasi generasi milenial.
“Anak-anak muda tidak boleh lagi apatis terhadap partai politik. Justru anak muda inilah yang akan kita tampilkan,” ujarnya.
Langkah konsolidasi tersebut dinilai semakin strategis di tengah menghangatnya wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Gerindra Kukar yang saat ini baru mengisi enam kursi di parlemen daerah.
Dengan penguatan struktur, masuknya tokoh-tokoh baru, serta penetrasi ke segmen pemilih muda, Gerindra Kukar optimistis mampu meningkatkan daya saing politiknya pada kontestasi mendatang.
“Banyak perubahan yang terjadi di DPC ini. Dan perubahan itu kami yakini akan memperkuat Gerindra Kukar ke depan,” pungkasnya.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





