SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) berkomitmen memaksimalkan pemanfaatan program Gratispol Internet Gratis untuk mempercepat digitalisasi desa dan meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat.
Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto, mengatakan pelaksanaan program internet gratis desa berada di bawah kewenangan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Diskominfo Kaltim). Sementara itu, DPMPD fokus memastikan pemanfaatan jaringan internet tersebut benar-benar mendukung kebutuhan pemerintahan dan masyarakat desa.
“Pelaksanaannya di Diskominfo, sementara kami di DPMPD mengarahkan pemanfaatannya untuk memperkuat layanan publik desa,” ujar Puguh Harjanto, beberapa hari lalu.
Ia menjelaskan salah satu prioritas utama adalah digitalisasi layanan administrasi desa, mulai dari pengelolaan data kependudukan, pelayanan surat-menyurat, hingga penguatan sistem informasi desa. Dengan dukungan internet gratis, proses pelayanan diharapkan menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
Selain itu, DPMPD mendorong pengembangan program Posyandu digital sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan di desa. Melalui sistem tersebut, pelaporan kegiatan Posyandu, pemantauan tumbuh kembang Balita, serta data kesehatan ibu dan anak akan dilakukan secara digital dan terintegrasi.
“Posyandu digital saat ini masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat mulai berjalan tahun ini,” tambahnya.
Puguh menegaskan optimalisasi program Gratispol Internet Gratis tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pemerintahan desa, tetapi untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi desa.
Akses internet yang merata diharapkan mampu membuka peluang baru, seperti pengembangan usaha mikro desa, promosi produk unggulan desa secara daring, serta peningkatan literasi digital masyarakat.
“Kami optimistis program Gratispol Internet Gratis dapat menjadi awal dalam mewujudkan desa digital yang mandiri, maju, dan berdaya saing di Kaltim,” pungkasnya.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





