SAMARINDA – Komunitas Musik Melayu Kaili (KMMK) kembali menegaskan eksistensinya sebagai garda terdepan dalam pelestarian dan pengembangan musik daerah Kaili bernuansa Melayu. Terbentuk sejak awal September 2023 di Kota Palu, KMMK hingga kini tetap aktif dan konsisten melahirkan karya-karya musik daerah yang dikemas dengan sentuhan modern serta relevan dengan perkembangan industri musik nasional.
KMMK dibentuk oleh LSW Management dan berada di bawah naungan LSW Production, sebuah rumah produksi yang menjadi wadah kreatif bagi para musisi lokal Sulawesi Tengah. Tidak hanya berfokus pada Musik Melayu Kaili, LSW Production membuka ruang kolaborasi lintas daerah dan lintas genre, termasuk peluang kerja sama dengan musisi lokal dari Kalimantan Timur (Kaltim) dan wilayah lainnya di Indonesia.
“Sebagai komunitas musik daerah, KMMK memiliki tujuan utama mengembangkan Musik Kaili bernuansa Melayu dalam berbagai genre, mulai dari pop, slow rock, hingga rock, tanpa meninggalkan identitas budaya lokal,” ucap Muis Lasewang Founder sekaligus Eksekutif Manajemen LSW Production pada Media Kaltim (Radar Media Network).
Muis mengatakan melalui pendampingan produksi, aransemen, hingga manajemen profesional, KMMK menjadi ruang kreatif yang produktif dan berkelanjutan bagi musisi daerah.
Dalam pengembangannya, KMMK dan LSW Production membuka peluang kolaborasi dengan musisi lokal Kaltim, baik dalam bentuk produksi lagu, penggarapan aransemen, hingga pertukaran ide kreatif antar budaya.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya warna musik daerah sekaligus memperluas jangkauan promosi karya-karya anak daerah ke tingkat nasional,” harapnya.
Sejumlah artis lokal Sulawesi Tengah telah berkontribusi aktif dalam pengembangan Musik Melayu Kaili bersama KMMK dan LSW Production, di antaranya Nurkumalasari, Muis Lasewang, Fadlia, Devita, dan Anton Kahar. Sementara itu, karya-karya Musik Melayu Kaili lahir dari tangan para pencipta lagu daerah seperti Rustam Lasoani, Muis Lasewang, Nurkumalasari, dan Riadin Lahido.
Diketahui, sejak tahun 2023 hingga saat ini, KMMK dan LSW Production konsisten memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan distribusi karya. Sejumlah lagu daerah Kaili bergenre Melayu telah dirilis melalui berbagai platform digital, khususnya YouTube dan mendapat sambutan positif dari masyarakat serta pencinta musik daerah.
Beberapa judul lagu yang telah resmi dirilis antara lain:
Yaku Nadua Nipoviasimu, Langgaiku Potoveku, Aginapa Bara Yaku Saitu, Harapaku Rituvu Mateku, Janjimu, Nadua Nopea Janjimu, Palu Jakarta, Jodo Aga Tupu Nombasani, Bionga Ri Kaleke, Aga Mate Moga’a Kita, Yaku Ledo Malaeka, Pakambaso Sukurumu, dan Popea Yaku Manjili.
KMMK dan LSW Production telah merilis lagu Melayu Kaili terbaru berjudul ‘Kodi Nuraraku’, karya Riadin Lahido dan Muis Lasewang. Lagu spesial yang rilis pada Desember 2025 dan diharapkan menjadi salah satu karya unggulan yang semakin memperkuat posisi Musik Melayu Kaili di tengah industri musik nasional.
Memasuki tahun 2026, KMMK dan LSW Production telah menyiapkan sejumlah proyek lagu Kaili yang saat ini tengah dalam proses produksi. Beberapa di antaranya yakni Popea Yaku Ri Suruga, Sigi Ngata Katuvuku, Mongi Ribivi Rara Notumangi, Mosinggani Ri Dunia Ahera, Ku Kapui Komiu, Lasoani Topo Tara, Palu Ledo Ku Kalingasi, dan Tabe Tabe Roa, serta berbagai karya lainnya.
Selain fokus pada produksi internal, KMMK membuka peluang kolaborasi dengan musisi lokal Kalimantan Timur dan daerah lain.
“Program itu sebagai bagian upaya memperluas jejaring musik daerah, memperkuat pertukaran budaya, serta mendorong karya kolaboratif yang mampu bersaing di tingkat nasional,” tambahnya.
KMMK dikelola oleh manajemen yang solid dengan Abd Muis Lasewang sebagai Eksekutif Manajemen dan Riadin Lahido, selaku penasehat KMMK. Proses aransemen musik dipercayakan kepada Iksan Sutomo yang berperan penting dalam menggarap karya-karya Musik Melayu Kaili serta berbagai produksi musik lainnya di bawah LSW Production.
Dengan sinergi antara komunitas, rumah produksi, musisi, dan manajemen profesional, KMMK dan LSW Production terus berkomitmen menjadi penggerak pelestarian budaya sekaligus promotor karya musik anak daerah Sulawesi Tengah dan Kalimantan menuju panggung nasional. (rls)
Pewarta: Adhi
Editor: Yahya Yabo





