TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) tidak ingin potensi pelajar daerah terlewat begitu saja dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), langkah jemput bola dilakukan dengan mendatangi langsung sekolah-sekolah untuk menyosialisasikan proses rekrutmen.
Sosialisasi menyasar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta, sebagai upaya memastikan seluruh pelajar Kukar memperoleh informasi yang sama terkait peluang menjadi Paskibraka.
Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti, mengatakan pendekatan langsung ke sekolah dipilih agar tidak ada siswa yang tertinggal informasi akibat keterbatasan akses atau minimnya pemahaman tentang mekanisme seleksi.
“Kami ingin informasi rekrutmen ini benar-benar sampai ke siswa. Karena itu, kami turun langsung ke sekolah sebelum pendaftaran dibuka,” ujar Rinda, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya sosialisasi dini memberi ruang bagi calon peserta untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, mulai dari administrasi, kemampuan akademik, hingga kondisi fisik. Dengan pemahaman yang cukup sejak awal, siswa diharapkan tidak hanya mendaftar, tetapi siap bersaing.
Dalam proses seleksi, Kesbangpol Kukar menjalankan tugas koordinasi dan pemberian rekomendasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022. Rangkaian kegiatan diawali pembekalan dari Badan Pembinaan Paskibraka (BPP), lalu dilanjutkan dengan sosialisasi dan pendaftaran.
Pendaftaran dilakukan secara Daring (online) melalui aplikasi Transparansi. Peserta diwajibkan membuat akun dan mengunggah dokumen persyaratan sebelum mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Inteligensi Umum (TIU) sebagai tahapan awal.
Rinda menegaskan kedua tes tersebut bersifat eliminasi dengan nilai ambang batas minimal 70 sesuai standar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Kalau tidak mencapai nilai 70, peserta tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya,” jelasnya.
Peserta yang lolos akan mengikuti seleksi lanjutan, meliputi tes kesamaptaan jasmani, Peraturan Baris Berbaris (PBB), parade, pemeriksaan kesehatan, psikotes, penelusuran minat, hingga wawancara.
Untuk memperluas jangkauan informasi, Kesbangpol Kukar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Wilayah III serta memanfaatkan media sosial dan platform digital resmi. Rinda memastikan persyaratan seleksi tahun ini tidak mengalami perubahan, termasuk ketentuan tinggi dan berat badan yang proporsional.
Ia berharap dengan pola jemput bola tersebut, minat dan partisipasi pelajar Kukar semakin meningkat, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi daerah untuk meloloskan wakilnya ke tingkat nasional.
“Tahun lalu ada pelajar Kukar yang tembus seleksi nasional meski masih cadangan. Mudah-mudahan tahun ini bisa lolos penuh dan menjadi pengibar bendera di tingkat nasional,” pungkasnya.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





