SAMARINDA – PT Bara Kelay Mandiri (BKM) terus memperkuat upaya pengamanan lingkungan dan keselamatan kerja di area tambang batu bara yang berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya perhatian publik terhadap potensi risiko ekologis dan keselamatan di sekitar wilayah pertambangan.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, perusahaan telah menerapkan sejumlah metode teknis untuk menjaga stabilitas lereng tambang dan melindungi badan sungai di sekitar area operasional.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menyatakan langkah-langkah teknis yang dilakukan perusahaan merupakan bagian dari upaya pencegahan risiko bencana dan perlindungan masyarakat.
“Perusahaan telah melakukan penguatan lereng melalui teknik grouting dan sistem drainase untuk mengurangi potensi pergerakan tanah. Ini penting untuk memastikan keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan di sekitar area tambang,” ujar Bambang.
Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah penerapan teknik grouting yakni injeksi semen ke dalam tanah dengan kedalaman lubang mencapai 600 meter di sisi timur pit bukaan tambang.
Teknik tersebut berfungsi sebagai penahan gerakan tanah guna mengurangi potensi longsor serta meningkatkan kestabilan lereng penambangan.
Selain grouting, PT BKM membangun drain hole untuk mengurangi tingkat kejenuhan material pada dinding bukaan tambang.
Sistem itu berperan penting dalam mengendalikan aliran air dan tekanan hidrostatik di dalam lereng, sehingga dapat menekan risiko keruntuhan struktur tanah.
Perusahaan melanjutkan proses penutupan void atau lubang bekas tambang secara bertahap.
Hingga saat ini, elevasi area tambang telah mengalami peningkatan sekitar 40 meter atau setara dengan lebih kurang 2,6 juta BCM overburden yang telah ditimbunkan. Namun untuk menutup seluruh void secara menyeluruh, masih diperlukan sekitar lebih kurang 10 juta BCM overburden tambahan.
Bambang Arwanto menambahkan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap progres penutupan lubang tambang tersebut.
“Kami menargetkan proses penutupan dapat rampung sesuai rencana yakni Agustus 2026, sehingga tidak ada lagi void yang tersisa dan area tambang dapat menjadi lebih aman,” katanya.
Manajemen PT BKM menargetkan penutupan mencapai level pertama -90 meter di bawah permukaan laut (mdpl) pada keseluruhan pit. Pada tahap akhir, elevasi area tambang direncanakan mencapai +5 mdpl dengan lebar sekitar lebih kurang 500 meter sebagai penguatan dan penahan bekas bukaan tambang.
Dengan skema tersebut, perusahaan memastikan tidak akan ada lagi void yang tersisa karena seluruh area akan dilakukan penimbunan atau backfilling secara 100 persen.
PT BKM menyatakan komitmennya untuk menjalankan kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab, berkelanjutan, serta patuh terhadap seluruh ketentuan keselamatan dan lingkungan yang berlaku.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





