TENGGARONG – Setelah melalui rangkaian seleksi dan tahapan administrasi yang panjang, Idhamsyah akhirnya menerima kabar kelulusan sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panjaitan.
Kelulusan itu menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya, meski hingga awal Februari 2026 status pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat.
SPPG Panjaitan yang berlokasi di Jalan Mayjend Panjaitan, Gang Ulin, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi salah satu unit layanan yang merasakan langsung dinamika tersebut.
Di tengah tidak pastinya kebijakan nasional, kepastian kelulusan menjadi secercah harapan bagi pegawai yang telah menuntaskan seluruh proses seleksi.
Idhamsyah menjelaskan mekanisme pengangkatan PPPK di lingkungan SPPG memiliki kriteria yang sangat terbatas. Tidak semua pegawai dapat masuk dalam skema tersebut, karena hanya pegawai inti di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN) yang memenuhi syarat.
“Untuk pegawai SPPG itu sebenarnya hanya pegawai intinya saja, seperti akuntansi, ahli gizi, dan kepala SPPG,” ujar Idhamsyah, Rabu (4/2/2026).
Proses rekrutmen pegawai SPPG sendiri telah digelar pada Desember 2025 dengan dua jalur seleksi. Jalur umum diperuntukkan bagi tenaga ahli gizi dan akuntansi, sementara jalur khusus dibuka untuk jabatan kepala SPPG.
“Formasi umum itu untuk ahli gizi dan akuntansi, sedangkan formasi khusus untuk kepala SPPG,” jelasnya.
Hasil seleksi menunjukkan untuk jabatan kepala SPPG, seluruh tahapan telah rampung dan pengumuman kelulusan sudah disampaikan. Berbeda dengan itu, seleksi ahli gizi dan tenaga akuntansi masih bersifat kompetitif karena melalui jalur umum.
Menurut Idhamsyah dalam satu SPPG hanya terdapat tiga pegawai yang berstatus sebagai pegawai BGN dan berpeluang diangkat sebagai PPPK.
“Jadi tiga orang ini memang pegawai BGN. Nah, selain itu yang lain adalah relawan. Yang pegawai BGN inilah yang akan diangkat menjadi PPPK,” jelasnya.
Untuk SPPG Panjaitan, hasil seleksi kali ini baru meloloskan satu posisi yakni kepala SPPG. Sementara dua posisi lainnya belum terisi dan akan menunggu proses rekrutmen berikutnya.
“Kalau untuk pengumuman kelulusan, sudah. Cuma ahli gizi dan akuntansinya kemarin seleksi umum, jadi ada yang lulus dan ada yang tidak. Nanti akan ada rekrutmen lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan peserta yang dinyatakan lulus telah menyelesaikan pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) sebagai salah satu syarat administrasi akhir.
“Pengumuman kelulusan sudah dan kemarin juga sudah pengisian DRH. Sekarang tinggal menunggu arahan berikutnya,” katanya.
Meski telah dinyatakan lulus, Idhamsyah mengakui kepastian terkait gaji dan tunjangan masih belum dapat dipastikan karena menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) pengangkatan.
“Kalau jumlah gaji dan tunjangan, kami masih menunggu SK. Di situ nanti semuanya akan tertera,” jelasnya.
Ia berharap kelulusan tersebut tidak hanya memberikan kepastian status kepegawaian, tetapi berdampak positif bagi keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan SPPG.
“Harapannya tentu kesejahteraan meningkat dan program MBG ini bisa terus berjalan dan semakin maju,” ungkapnya.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





