Usai Jembatan Ditabrak Berulang Kali, DPRD Kaltim Minta Diinvestigasi Menyeluruh

SAMARINDA – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menegaskan insiden jembatan yang berulang kali ditabrak kapal tongkang telah menjadi isu serius yang harus segera ditangani secara menyeluruh.

DPRD Kaltim bersama pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan langkah penanganan dilakukan dengan cepat dan tepat.

“Beberapa kali kami sudah menyampaikan pernyataan terkait hal ini. Bersama gubernur dan lembaga berwenang, kami sepakat bahwa persoalan ini harus segera ditindaklanjuti dengan sungguh-sungguh,” ujar Nanda.

Ia mengungkapkan pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut ke pemerintah pusat. Saat ini, jembatan yang terdampak telah ditutup sementara guna menjalani uji beban sebagai bagian dari proses perbaikan.

Nanda mengatakan dalam waktu dekat, Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama KSOP dan Pelindo akan melakukan peninjauan untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis perbaikan. Sesuai aturan seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab perusahaan pemilik kapal yang menabrak jembatan.

“Secara regulasi sudah jelas bahwa pihak penabrak wajib membiayai kerusakan. Itu aturan tertulis,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sebagai lembaga pengawas, DPRD Kaltim memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan, termasuk meminta laporan berkala dari pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan alur sungai.

Menurut Ananda, dampak insiden tersebut tidak hanya menyangkut aspek keselamatan, tetapi berimbas langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Penutupan jembatan menyebabkan arus logistik dialihkan ke Jembatan Mahulu dengan sistem buka-tutup yang berujung pada kemacetan panjang.

“Efeknya sektoral. Ada kendaraan yang membawa sembako, sayur-sayuran, hingga peralatan untuk didistribusikan ke berbagai daerah ikut terdampak. Jadi kita melihat persoalan ini bukan hanya dari sisi keselamatan, tetapi juga perekonomian,” jelasnya.

Ia menegaskan DPRD Kaltim akan terus mengawal agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Untuk itu, investigasi menyeluruh dinilai penting guna menemukan akar persoalan sekaligus memperkuat sistem pengawasan lalu lintas sungai.

“Kami pasti akan terus mengawal. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi, sehingga harus ada investigasi secara menyeluruh,” jelas Nanda.

Pewarta: K Irul Umam
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI