Banjir Kutim Mengkhawatirkan, Tinggi Air Bisa Capai Dada Orang Dewasa

SANGATTA – Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kondisinya makin mengkhawatirkan. Ketinggian air bervariasi di setiap titik, mulai dari selutut hingga mencapai dada orang dewasa.

Berdasarkan pantauan Media Kaltim (Radar Media Network), sejumlah titik yang mulai terendam banjir di antaranya kawasan Loa Mali, Rawa Indah, APT Pranoto, hingga beberapa wilayah di Sangatta Selatan. Genangan air di lokasi-lokasi tersebut dilaporkan terus meningkat seiring intensitas hujan yang masih tinggi.

Seorang warga, Enal, menyebut banjir kali ini cukup merepotkan karena genangan tidak merata. Di beberapa lokasi, air masih bisa dilewati. Namun di titik lain, banjir sudah membuat aktivitas warga terganggu.

“Tinggi banjir ada yang selutut orang dewasa dan yang di belakang sampai sedada orang dewasa,” ungkapnya kepada Media Kaltim, Kamis (5/2/2026).

Tidak hanya tinggi air yang membuat warga waswas, pola banjir dinilai tidak biasa. Air disebut naik dan turun dengan cepat, bahkan hanya dalam hitungan jam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur, Sulastin, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah diterjunkan ke sejumlah titik banjir untuk melakukan pemantauan dan pendataan dampak.

“TRC BPBD Kutai Timur sudah kami tugaskan ke titik-titik banjir, bekerja sama dengan relawan kecamatan dan desa. Titik-titik banjir itu sudah kami pantau, jadi semua tim sudah turun,” kata Sulastin saat dikonfirmasi.

Sulastin menjelaskan naik-turunnya air berlangsung cukup cepat. Dalam tiga jam air bisa surut, lalu tiga jam kemudian kembali naik.

“Air ini tiga jam turun, tiga jam naik. Memang berdasarkan perkiraan cuaca BMKG, Februari hingga Maret curah hujan di Kutai Timur cukup tinggi,” paparnya.

Untuk mengantisipasi banjir yang meluas, BPBD Kutai Timur telah mengeluarkan peringatan kewaspadaan kepada seluruh camat. Langkah itu dilakukan agar pemerintah kecamatan dan desa meningkatkan kesiapsiagaan serta segera melaporkan perkembangan di lapangan.

“Kami sudah menyurati seluruh camat di Kutai Timur untuk waspada terhadap bencana alam ini dan juga sudah membuat peringatan dini kepada masyarakat,” tegasnya.

Saat ini, seluruh tim TRC masih berada di lapangan untuk memantau kondisi banjir sekaligus mendata wilayah terdampak. BPBD Kutim masih menunggu laporan lengkap dari tim di masing-masing lokasi.

“Semua tim sudah kami turunkan, sementara ini kami menunggu laporan dari mereka,” pungkas Sulastin.

Pewarta: Ramlah
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI