Camat Paparkan Sejumlah Titik Rawan, Wilayah Tabang Terancam Banjir

TENGGARONG – Ancaman banjir mulai membayangi wilayah Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap debit air Sungai Belayan. Meski belum terjadi genangan signifikan, posisi muka air sungai dilaporkan berada pada status awas, terutama setelah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terus mengguyur wilayah tersebut.

Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menjelaskan selama dua hari terakhir hingga hari ini (Kamis), kondisi banjir belum menunjukkan kenaikan drastis. Namun ketinggian air Sungai Belayan sudah berdekatan dengan badan jalan dan permukiman warga.

“Secara visual, titik air hampir rata dengan jalan di beberapa desa. Itu yang kami sebut posisi awas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya hujan masih berlangsung di Tabang hingga sore hari dengan intensitas tidak terlalu deras. Kendati demikian, potensi luapan tetap mengintai bila hujan sedang hingga lebat terjadi secara berkelanjutan sampai malam atau keesokan harinya. Dorongan debit dari wilayah hulu menjadi faktor yang paling dikhawatirkan.

Apabila hujan berlanjut, desa-desa di zona hulu diperkirakan menjadi wilayah pertama yang terdampak. Lima desa yang masuk kategori rawan awal antara lain Muara Belinau, Muara Tiq, Muara Kebaq, Muara Tuboq dan Muara Salung.

“Hulu ini yang kami pantau paling pekat hujannya. Kalau intensitasnya tinggi, dorongan air dari sana akan turun,” jelasnya.

Ancaman kemudian berpotensi bergeser ke wilayah tengah Tabang yang memiliki elevasi lebih rendah. Sejumlah desa yang masuk radar kewaspadaan antara lain Kampung Baru dan Uma Tukung, disusul sebagian wilayah Tabang Lama, Umaq Betuai, Sidomulyo, Umaq Dian, serta Muara Pedohon.

Camat menegaskan genangan yang sempat terlihat di media sosial masih tergolong normal dan relatif aman.
“Belum ada rumah yang terendam. Kondisinya masih aman, tapi kewaspadaan tetap kami tingkatkan,” katanya.

Pemerintah kecamatan telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap siaga menghadapi potensi banjir, mengingat karakter Sungai Belayan yang berarus deras saat meluap.
“Kami minta warga waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rendah,” ujarnya.

Ia menyebutkan banjir bukanlah hal baru bagi masyarakat Tabang. Pengalaman menghadapi banjir sebelumnya membuat warga relatif memahami langkah antisipasi. Meski demikian pemantauan intensif terus dilakukan dari kantor kecamatan, terutama terhadap kondisi hujan di wilayah hulu.

“Kalau ada perkembangan, kami akan segera update (terkini). Saat ini statusnya masih awas,” sebutnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI