SAMARINDA – Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Timur pada 2025 tercatat mencapai 199,71 ribu jiwa, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, yakni 54,99 ribu jiwa.
Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, mengatakan secara umum angka kemiskinan di Kaltim masih terkonsentrasi di wilayah kabupaten dengan cakupan wilayah luas dan tantangan akses pelayanan dasar yang lebih kompleks.
“Sebaran penduduk miskin di Kaltim masih didominasi oleh wilayah kabupaten. Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Paser menjadi daerah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi,” ujar Mas’ud Rifai.
Berdasarkan data BPS, setelah Kutai Kartanegara daerah dengan jumlah penduduk miskin terbesar berikutnya adalah Kutai Timur sebanyak 34,91 ribu jiwa, Samarinda 30,45 ribu jiwa, dan Paser 24,05 ribu jiwa. Sementara itu, daerah dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit adalah Mahakam Ulu, yakni 2,73 ribu jiwa.
Mas’ud Rifai menjelaskan faktor geografis, akses pendidikan, kesehatan, serta peluang kerja menjadi penentu utama tingkat kemiskinan di tiap daerah.
“Upaya pengentasan kemiskinan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan lapangan kerja, terutama di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi,” katanya.
Berikut rincian jumlah penduduk miskin di Kalimantan Timur tahun 2025 yakni:
Paser: 24,05 ribu jiwa
Kutai Barat: 13,24 ribu jiwa
Kutai Kartanegara: 54,99 ribu jiwa
Kutai Timur: 34,91 ribu jiwa
Berau: 10,96 ribu jiwa
Penajam Paser Utara: 9,34 ribu jiwa
Mahakam Ulu: 2,73 ribu jiwa
Balikpapan: 12,88 ribu jiwa
Samarinda: 30,45 ribu jiwa
Bontang: 6,18 ribu jiwa
Total keseluruhan penduduk miskin di Kalimantan Timur mencapai 199,71 ribu jiwa.
Mas’ud Rifai menegaskan data tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan yang lebih tepat sasaran.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





