PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menilai penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur ke-VIII sudah tidak memungkinkan untuk diselenggarakan sesuai jadwal yakni November 2026 mendatang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) diketahui belum mengalokasikan anggaran penyelenggaraan event olahraga terbesar di Bumi Etam tersebut pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2026.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Kurniawan, menjelaskan pihaknya telah mengusulkan anggaran penyelenggaraan Porprov Kaltim sebesar Rp60 miliar sejak 2025. Usulan tersebut didasarkan pada perbandingan pelaksanaan Porprov di Kabupaten Berau yang menggelar 50 Cabang Olahraga (Cabor) dengan anggaran hibah Rp50 miliar.
“Karena kita lebih banyak yang akan dipertandingkan, sebanyak 64 Cabor, makanya kita mengajukan anggaran penyelenggaraan sebesar Rp60 miliar,” katanya, Jumat (6/2/2026).
Hanya saja hingga kini, Pemkab Paser belum menerima kepastian terkait anggaran penyelenggaraan tersebut. Menurut Kurniawan, apabila anggaran dipaksakan masuk dalam APBD Perubahan akan sangat berisiko. Pertama, waktunya yang tersedia tidak akan sempat untuk mempersiapkan semua, karena ada banyak hal yang harus dikerjakan lebih dulu. Kedua, tidak ada pihak yang berani menalangi anggaran sebesar itu.
Kurniawan menyebut pengalaman pelaksanaan Porprov di Berau menjadi pelajaran penting. Di mana keterlambatan penyaluran dana hibah berdampak langsung pada kesiapan dan jalannya penyelenggaraan Porprov. Oleh karena itu, pihaknya pesimis apabila anggaran penyelenggaraan baru diterima pada anggaran perubahan.
“Kalau anggaran itu baru masuk di perubahan, jujur kami sudah menegaskan mundur. Itu terlalu berisiko,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, Disporapar Paser menilai pelaksanaan Porprov lebih aman ketika digeser ke 2027. Kurniawan menilai pelaksanaan di triwulan pertama atau kedua 2027 masih memungkinkan dan tidak mengganggu agenda olahraga nasional.
“Tidak ada masalah apakah dilaksanakan di triwulan satu atau dua 2027, karena PON NTB–NTT baru digelar tahun 2028,” jelasnya.
Sejauh ini, Pemkab Paser baru menerima anggaran sebesar Rp10 miliar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2025. Dana tersebut diperuntukkan bagi penyediaan peralatan pertandingan untuk 10 cabang olahraga dari total 64 Cabor yang direncanakan akan dipertandingkan pada Porprov Kaltim ke-VIII di Kabupaten Paser.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





