SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Jahidin, menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan yang memiliki sikap kritis terhadap berbagai persoalan, baik di bidang lingkungan, sosial, politik, maupun isu-isu strategis lainnya.
Menurut politisi PKB tersebut, bentuk demokrasi yang sehat ada komunikasi yang membangun antara publik dan pemerintah.
“Semangat kritis ada roh demokrasi, ini jangan sampai hilang. Pemuda harus tetap menjadi motor perubahan dan mampu memberikan solusi bagi persoalan yang ada di masyarakat,” jelas Jahidin, Minggu (8/2/2026).
Apalagi ujar Jahidin, Pemerintah Provinsi Kaltim dan DPRD Kaltim telah melahirkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Kepemudaan. Perda itu dapat menjadi jembatan antara Pemprov dengan pemuda.
Menurutnya Perda Kepemudaan hadir sebagai payung hukum untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) pemuda di daerah agar mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan.
Selain itu, Perda Kepemudaan hadir sebagai payung hukum untuk mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda di daerah agar mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan.
“Perda ini memberikan ruang bagi pemuda untuk berkomunikasi dengan pemerintah, menyampaikan gagasan, serta ikut berdiskusi mengenai peran pemuda dalam pembangunan daerah,” ujar Jahidin.
Ia menjelaskan pengembangan SDM pemuda dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan maupun organisasi kepemudaan di luar kampus. Peraturan tersebut, lanjutnya, menjadi dasar hukum agar pembinaan pemuda dilakukan secara terarah dan mendapat dukungan pemerintah.
“Aturan ini akan berjalan efektif apabila pemuda aktif berkomunikasi dengan dinas atau instansi terkait. Pemerintah sudah menyediakan wadahnya, tinggal bagaimana pemuda memanfaatkan kesempatan tersebut,” katanya.
Jahidin menilai Perda tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung kreativitas dan inovasi generasi muda.
“Ini menjadi acuan sekaligus bukti bahwa pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap pengembangan potensi anak muda, baik di bidang kreativitas, kewirausahaan, maupun kepemimpinan,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengakui pembangunan sektor kepemudaan masih perlu ditingkatkan agar dapat memenuhi harapan masyarakat. Ia pun mendorong mahasiswa dan pemuda tetap menjaga tradisi kritis sebagai kontrol sosial.
Pewarta: Andi Desky
Editor: Yahya Yabo





