PASER – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang biasanya diikuti dengan peningkatan permintaan bahan pangan masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser perkuat langkah pengendalian inflasi daerah guna menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di daerah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kabupaten Paser, Adi Maulana, mengatakan kondisi tersebut memerlukan langkah antisipatif dan terukur agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat.
“Peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sangat strategis dalam memonitor serta menganalisis pergerakan harga komoditas pangan di daerah,” kata Adi Maulana, Selasa (10/2/2026).
Berkenaan dengan hal tersebut, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi TPID Kabupaten Paser, Senin (9/2/2026). Rapat tersebut membahas perumusan langkah-langkah strategis pengendalian harga, jaminan ketersediaan stok komoditas pangan, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan roadmap TPID Kabupaten Paser Tahun 2025–2027.
Adi Maulana menjelaskan TPID memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam pengendalian inflasi jangka pendek, tetapi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Oleh karena itu, langkah preventif dan korektif perlu disiapkan sejak dini, khususnya menjelang periode hari besar keagamaan nasional,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut ditekankan pentingnya penguatan rantai pasok pangan melalui peningkatan produktivitas lokal serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar inflasi di Kabupaten Paser dapat dikendalikan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, agenda TPID Kabupaten Paser diarahkan agar selaras dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program itu dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, terutama komoditas strategis yang dibutuhkan masyarakat. Dukungan terhadap penguatan rantai pasok pangan daerah juga melibatkan Koperasi Merah Putih (KMP) , Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pelaku usaha lokal.
“Sinergi agenda TPID dengan Program MBG, sejalan dengan upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan yang didukung KMP, BUMD, serta pelaku usaha lokal sebagai penguat rantai pasok,” jelasnya.
Kabupaten Paser sendiri memiliki potensi besar di sektor peternakan, khususnya ayam petelur yang selama ini telah berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga telur ayam di daerah. Bahkan, Paser menjadi salah satu dari enam kabupaten/kota di Indonesia yang terpilih sebagai lokasi pengembangan industrialisasi ayam petelur dan pedaging terintegrasi, sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan Nasional.
Pewarta: Nash
Editor: Yahya Yabo





