PASER – PT Pamapersada Nusantara Distrik Kideco (PAMA KIDE) bersama Lembaga Pengembangan Bisnis PAMA Daya Taka (LPB PDT) memberikan pelatihan pembukuan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan PAMA KIDE.
Pelatihan pembukuan tersebut ditujukan sebagai bagian dari upaya PAMA KIDE dalam mengembangkan UMKM yang dituntut untuk semakin adaptif di tengah era digitalisasi serta memiliki kemampuan bidang pengelolaan keuangan UMKM.
Dengan adanya pelatihan itu, PAMA KIDE menargetkan agar pelaku UMKM memiliki pengetahuan dasar dan simulasi pembukuan bisnis yang harapannya dapat membantu para UMKM binaan untuk meningkatkan kemampuan secara administrasi usahanya.
“Harapannya dapat membantu pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya. Dengan berbagai pengetahuan dan konsep dasar yang bisa diaplikasikan,” ujar Social Responsibility General Services (SRGS) Department Head, Bhanuarso Kukuh, melalui CSR Officer, Firaas Daffa.
Adapun pelatihan diikuti 60 UMKM yang tersebar dari sektor perkebunan, kuliner dan jasa perawatan kendaraan atau bengkel. Firaas menyebut pelatihan tersebut merupakan salah satu program unggulan CSR PAMA KIDE dalam mengembangkan potensi UMKM binaan.
Pelatihan diisi oleh narasumber dari karyawan PAMA KIDE, Zulfikar Suryo dan Riko Priyanto, bagian Finance and Accounting (FA) Department. Berbagai pengetahuan dan konsep dasar yang bisa diaplikasikan tentunya bisa menciptakan keberlanjutan bisnis.
Koordinator LPB PAMA Daya Taka, Rusdi Asri, menjelaskan pelatihan merupakan tahapan awal dan terpenting dalam membina UMKM. Berbagai program pelatihan dan pengembangan UMKM di 2026 cukup bervariatif dan secara manfaat sangat membantu.
“Terlepas dari pengalaman berbisnis, pengetahuan melalui pelatihan ini menjadi kesempatan pelaku UMKM untuk belajar dan mampu memprediksi usahanya beberapa langkah lebih jauh ke depan,” katanya.
Sekretaris Camat Batu Sopang, Wijanarko, menyampaikan terima kasih kepada PAMA KIDE dan LPB PDT yang terus membina UMKM secara konsisten. Ia menyampaikan harapan agar pelaku UMKM terus diberikan pendampingan sampai nantinya bisa menjadi UMKM yang mandiri.
“UMKM ini masih menjadi tonggak penggerak utama perekonomian mikro di wilayah Batu Sopang, karena dengan potensi pasar yang masih luas, UMKM ini secara signifikan terus bertumbuh,” ujarnya.
Pewarta: TB Sihombing
Editor: Yahya Yabo





