KMP Kembang Janggut Apresiasi Pemkab dan REA Kaltim Terkait Komitmen Plasma

TENGGARONG – Skema baru plasma dengan menggunakan sistem rental kendaraan roda empat yang mulai dijalankan di Desa Kembang Janggut Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya jadi cerminan ketertiban perusahaan dalam menjalankan plasma.

Tapi mengalihkan harapan bagi 870 warga yang kini bertumpu pada roda-roda usaha yang mulai bergerak.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Kembang Janggut, Yadi, menilai skema plasma baru itu jadi titik awal distribusi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar perkebunan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait atas dukungannya. Kami juga berterima kasih kepada REA Kaltim yang telah menunjukkan komitmen dalam pelaksanaan tanggung jawab plasma,” ujar Yadi.

Ia menyebut dukungan tersebut bukan sekadar formalitas. Tiga unit usaha yang kini dikelola koperasi melalui skema sewa telah mulai menghasilkan pendapatan rutin. Setiap unit disewa Rp7 juta per bulan. Apabila dikalikan tiga unit dan dihitung dalam satu tahun, estimasi pendapatan kotor bisa menembus lebih dari Rp200 juta.

Menariknya biaya operasional seperti maintenance (pemeliharaan) dan BBM sepenuhnya ditanggung perusahaan. Koperasi hanya menerima hasil bersih dari sewa unit tersebut.

Namun angka ratusan juta rupiah per tahun itu masih jauh dari cukup bila dibagi kepada sekitar 870 calon penerima manfaat di desa tersebut.

“Kalau dibagi kepada sekitar 870 calon penerima manfaat, tentu nominal itu belum cukup untuk pembagian rutin per bulan,” jelas Yadi.

Artinya skema yang berjalan saat ini masih berada pada tahap awal. Distribusi manfaat belum bisa optimal ketika hanya bertumpu pada unit usaha yang disewakan.

Selanjutnya, Yadi menjelaskan berdasarkan komitmen yang telah disepakati, struktur skema plasma terdiri dari sekitar 60 persen dari sektor kebun dan 40 persen dari dukungan unit usaha produktif. Unit yang disewakan tersebut menjadi bagian untuk mengganti sekitar 20 persen dari kewajiban plasma.

Meski demikian, koperasi berharap dukungan tidak berhenti pada aset unit semata. Sektor kebun dinilai memiliki daya ungkit jangka panjang yang jauh lebih kuat, baik dari sisi nilai ekonomi maupun keberlanjutan pendapatan.

“Kami berharap ini menjadi awal dari program kegiatan produktif yang lebih besar. Ke depan dukungan dari sektor kebun sangat kami harapkan agar manfaatnya bisa lebih maksimal bagi seluruh anggota,” pungkasnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI