NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memfasilitasi visual salat tarawih perdana dari Masjid Negara melalui siaran langsung di kanal Youtube IKN Indonesia.
Langkah itu diambil guna penyebar luasan informasi kepada publik. Jadi bagi khalayak yang tidak ikut salat tarawih di Masjid Negara (IKN), maupun yang ingin turut menyaksikan prosesi yang cukup sakral tersebut lewat handphone tetap dapat mengaksesnya.
Siaran langsung dapat diakses via Link Live s.id/TarawihIKN.
Masjid Negara IKN dirancang untuk menjadi ikon baru dunia Islam dengan desain unik pada kubahnya. Seolah mendeklarasikan apabila sebuah masjid tidak melulu berpakem kubah monoton.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan secara struktur fisik pembangunan masjid sudah rampung.
“Sudah siap, ya, seratus persen. Tinggal furniturnya saja. Sudah dipesankan Otorita koordinasi dengan PU,” jelasnya di rooftop Tower D Rusun ASN 1, Selasa (17/2/2026).
Masjid tersebut dirancang mampu menampung hingga 61.000 jemaah secara keseluruhan dengan struktur berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektar dan bangunan mencapai 61.596 meter persegi.
Bangunannya terdiri dari dua lantai komersial dan satu lantai bangunan penunjang.
Kawasan masjid tersebut dilengkapi dengan berbagai infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, lanskap, serta utilitas kawasan. Selain itu dilengkapi fasilitas tempat wudu, ruang rapat, hall pertemuan, dan ruang tunggu VIP.
Area masjid dikelilingi ruang terbuka hijau dan embung yang ikut menegaskan bagian dari konsep forest city yang diusung calon ibu kota baru.
Rabu (18/2/2026), masjid itu resmi digunakan untuk ibadah Ramadan, salat tarawih perdana. Diprediksi lebih 700 jemaah akan hadir mengikuti tarawih itu. Baik insan Otorita IKN, masyarakat sekitar, maupun masyarakat dari luar Sepaku.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo





