Otorita IKN Sediakan 600 Porsi Bubur Rempah Nusantara Sebagai Takjil Masjid Negara

NUSANTARA – Kearifan lokal Kalimantan Timur coba dihadirkan pada Ramadan di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN). Takjil spesial ‘Bubur Rempah Nusantara’ dihadirkan tiap hari sepanjang Ramadan.

Bubur tersebut sebenarnya sudah menjadi tradisi lama di Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, Provinsi Kalimantan Timur. Terkenal dengan nama bubur Peca. Umumnya hanya disajikan saat Ramadan.

Yang disajikan di Masjid Negara IKN, olahannya sedikit berbeda. Bahan utamanya tetap sama yakni berbahan dasar beras dan santan kelapa. Namun campurannya salah satunya memakai kornet sapi dengan rasa rempah-rempah nusantara yang kaya. Gurih dinikmati saat hangat.

Aromanya sungguh sedap. Mengundang selera. Bubur itu disajikan untuk takjil dengan kemasan cukup. Dipadu kurma dan segelas air mineral.

Yang memasak dan mengolah bubur ini adalah Yeni.
“Bubur rempah nusantara ini dari bahan-bahan bergizi antara lain kornet sapi. Bubur ini juga tanpa bahan pengawet,” jelas Yeni di selasar Masjid Negara IKN, Sabtu (21/2/2026)

Dalam sehari, Yeni yang pernah tinggal di Donghwa (Kelurahan Jenebora, Penajam Paser Utara) memasak untuk penyajian 600 porsi.

“Masaknya kita cuman 3 orang,” tuturnya.

Sore pukul 16.11 WITA, bubur tersebut mulai dikemas beberapa ASN Otorita IKN. Diletakkan di meja, lalu dibawa ke tempat buka puasa bersama (Bukber) di lantai 2 Masjid Negara dengan troli makanan. Kemudian disusun dengan baris yang rapi.

Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengungkap Bukber di Masjid Negara, Otorita mencoba mentradisikan sebuah kearifan lokal yang ada di Kalimantan Timur, bubur Baqa seperti yang biasa disajikan di Samarinda Seberang.

“Sebenarnya itu adalah bubur peca, kita bawa ke sini (IKN) ternyata antusias. Masyarakat suka. Ada beberapa warga lokal yang saya suruh belajar (membuat bubur) itu,” sebut Deputi.

Yang menarik, kata dia, justru toleransi pegawai-pegawai OIKN. Merekalah yang membantu menyajikan takjil itu.

“Pegawai-pegawai kita yang non muslim itu baik yang Buddha kemudian yang Kristen, Katolik, bersama-sama menyiapkan menu takjil dengan teman-teman muslim yang melaksanakan puasa,” ungkapnya.

Proses tersebut, salah satu cara Otorita IKN menumbuhkan rasa toleransi terhadap sesama.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI