Survei Adidaya Institute: Tiga Program Unggulan Prabowo Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

JAKARTA – Survei yang dilakukan Adidaya Institute menunjukkan tiga program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran yakni Kampung Nelayan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Program 3 Juta Rumah, dipandang sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam Survei Ahli yang dilakukan pada Desember 2025 hingga Februari 2025 tersebut, sebanyak 43 persen responden ahli menilai ketiga program tersebut memiliki daya ungkit paling kuat dalam mendorong produksi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan perputaran uang di daerah.

Survei itu melibatkan 72 ahli dari berbagai latar belakang profesi yang tersebar di 12 kota yaitu Medan, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Ternate.

Peneliti Ekonom Adidaya Institute, Bramastyo B. Prastowo, menjelaskan riset bertujuan memetakan delapan program unggulan Prabowo-Gibran ke dalam tiga kategori utama yaitu Jangkar (Anchor), Mesin (Engine), dan Stabilisator (Stabilizer).

“Hasil riset ahli Adidaya Institute menunjukkan kluster Kampung Nelayan, KDKMP, dan program 3 juta rumah merupakan mesin utama dengan bobot penilaian 43 persen,” ujar Bram dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (25/2/2026).

Ia menambahkan klasifikasi tersebut penting agar pemerintah dapat menentukan prioritas kebijakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Program yang masuk kategori mesin diharapkan menjadi pendorong utama akselerasi ekonomi melalui pendekatan Big Push dan Big Bang.

Menurut Bram, program 3 juta rumah berpotensi menggerakkan sektor konstruksi, industri bahan bangunan, logistik, hingga UMKM. Sementara Kampung Nelayan dan KDKMP diyakini mampu memperkuat sisi produksi desa sehingga aktivitas distribusi dan konsumsi ikut meningkat.

“Ketika permintaan dari sektor perumahan meningkat dan suplai dari desa diperkuat secara bersamaan, maka terciptalah efek berantai yang kuat. Inilah esensi Big Push,” jelasnya.

Namun demikian, ia mencatat sejumlah ahli masih mempertanyakan capaian pelaksanaan program 3 juta rumah yang dinilai belum menunjukkan progres signifikan, sementara dinamika kelembagaan justru lebih menonjol.

Adidaya Institute mendorong pemerintah untuk memberikan prioritas utama pada tiga program tersebut, karena dinilai memiliki dampak paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi riil dan penciptaan lapangan kerja.

“Big Push berhasil jika pemerintah berani memilih prioritas. Data riset nasional menunjukkan Kampung Nelayan, KDKMP, dan 3 juta rumah memiliki daya ungkit tertinggi terhadap produksi dan lapangan kerja,” ungkapnya.

Pewarta: Fajri
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI