TENGGARONG – Kerusakan parah di jalan poros penghubung Kecamatan Kota Bangun menuju Kenohan memicu aksi swadaya dari sejumlah pihak. Tanpa menunggu perbaikan resmi, perusahaan perkebunan bersama PT Agro Bumi Kaltim (ABK) dan komunitas sopir bahu-membahu menutup lubang besar dengan material batu dan koral agar kendaraan tetap bisa melintas.
Informasi perbaikan mandiri itu ramai beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah foto memperlihatkan pekerja dan sopir menyusun batu di badan jalan yang berlumpur, terutama di titik-titik yang paling dalam dan rawan membuat kendaraan terperosok.
Kepala Desa Teluk Muda, Aladin, mengaku mengetahui informasi tersebut dari media sosial.
“Saya juga baca di media sosial. Katanya ada dari ABK (perusahaan) yang menutup lubang dengan batu. Kalau laporan resmi ke desa belum ada,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Aladin menyebut dalam beberapa hari terakhir kondisi jalan Poros Kota Bangun-Kenohan memang mengalami kerusakan yang cukup parah. Hal tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang hampir turun setiap malam.
“Lumayan parah. Karena hujan hampir tiap malam, jadi makin dalam dan berlumpur,” katanya.
Ia memperkirakan panjang ruas yang mengalami kerusakan signifikan hampir mencapai lima kilometer. Kondisi tersebut menghambat aktivitas warga. Bahkan beberapa kendaraan dilaporkan terjebak di kubangan sehingga arus lalu lintas tersendat.
“Kemarin ada yang nyangkut, jadi yang lain tidak bisa lewat. Padahal ini akses satu-satunya dari ke Kenohan, Kemang Janggut, Tabang, bahkan ke Kutai Barat lewat sini,” jelas Aladin.
Meski belum menerima laporan resmi soal aksi swadaya tersebut, pihak desa berharap ada percepatan penanganan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).
Aladin mengaku mendengar kabar sebelum Hari Raya Idulfitri, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, bersama wakilnya berjanji untuk melakukan perbaikan jalan tersebut.
“Mudah-mudahan dari pemerintah kabupaten bisa secepatnya ada pembangunan atau pemeliharaan jalan sebelum hari raya,” harapnya.
Jalan poros Kota Bangun–Kenohan merupakan jalur vital penghubung antar kecamatan di wilayah hulu Kukar. Setiap gangguan di ruas tersebut berdampak langsung pada distribusi logistik, hasil perkebunan, hingga mobilitas masyarakat lintas kecamatan.
Aksi swadaya yang dilakukan perusahaan dan komunitas sopir setidaknya menjadi solusi sementara, sembari menunggu perbaikan permanen dari pemerintah.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





