SAMARINDA – Polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar akhirnya berujung pembatalan. Rudy Mas’ud resmi membatalkan rencana tersebut setelah menuai kritik luas dari masyarakat.
Mobil dinas jenis Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e tersebut sebelumnya diketahui telah diserahterimakan pada 20 November 2025 lalu.
Hingga saat ini kendaraan tersebut belum pernah digunakan. Untuk itu, gubernur segera memerintahkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk melakukan proses pengembalian sesuai mekanisme yang berlaku.
Sumber pembatalan pengadaan mobil dinas tersebut disampaikan langsung Rudy Mas’ud melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Senin (2/3/2026) pagi. Dalam unggahan tersebut, Gubernur Kaltim mengirimkan rekaman suara yang menyatakan secara resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membatalkan rencana pembelian mobil dinas gubernur.
Dalam rekaman suara itu, Rudy Mas’ud menegaskan keputusan tersebut diambil setelah mendengar dan mempertimbangkan secara serius aspirasi serta masukan masyarakat Kalimantan Timur. Ia memastikan pembatalan itu tidak akan mengganggu kinerja pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal dengan fokus pada kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Kalimantan Timur atas polemik yang terjadi. Ia mengapresiasi kritik dan masukan yang dinilai sebagai energi positif dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih responsif dan berpihak pada rakyat.
“Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mau mendengar dan berani mengambil keputusan yang tepat demi kepentingan rakyat,” tegasnya dalam rekaman tersebut.
Pewarta: Hanafi
Editor: Yahya Yabo





