TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) merespons kondisi akses pendidikan di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu yang selama ini mengandalkan kereta gantung katrol sederhana untuk menyeberangi sungai.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, memastikan persoalan tersebut telah masuk dalam perhatian pemerintah daerah dan segera ditindaklanjuti melalui langkah teknis di lapangan.
Menurut Aulia, koordinasi telah dilakukan dengan camat setempat untuk memetakan kebutuhan infrastruktur yang diperlukan, termasuk opsi pembangunan jembatan maupun penyediaan sarana transportasi yang lebih aman bagi pelajar.
“Terkait kondisi anak-anak sekolah di Santan Ulu, Marangkayu, kami sudah berkoordinasi dengan camat setempat. Memang ada kebutuhan pembangunan sarana transportasi atau jembatan di sana,” ujar Aulia.
Selama ini, siswa yang bersekolah di SD 021 dan SD 024 harus menyeberangi sungai menggunakan kereta gantung berbahan rangka besi dan papan kayu yang ditarik manual. Fasilitas tersebut dibangun secara swadaya oleh warga dan menjadi satu-satunya akses penghubung antar wilayah.
Penggunaan sarana itu dinilai memiliki risiko keselamatan, terutama karena digunakan anak-anak setiap hari sekolah dan bergantian melintasi arus sungai.
Aulia mengatakan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Tim teknis telah diturunkan untuk melakukan mitigasi dan kajian lapangan guna menentukan solusi paling tepat sesuai kondisi geografis dan kemampuan anggaran.
“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan mitigasi dan memastikan langkah yang paling tepat. Mengingat kondisi anggaran saat ini, tentu setiap program harus tepat sasaran. Namun persoalan ini sudah masuk dalam monitor kami dan akan segera ditindaklanjuti,” katanya.
Ia menegaskan akses pendidikan yang aman menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah, terutama di wilayah pesisir dan pedalaman yang memiliki tantangan geografis berbeda dibanding kawasan perkotaan.
Pemkab Kukar akan mengkaji secara komprehensif opsi penanganan, termasuk skema pembiayaan dan tahapan pelaksanaan, agar solusi yang diambil tidak hanya bersifat sementara tetapi berkelanjutan.
Respons pemerintah daerah tersebut menyusul sorotan publik terhadap kondisi siswa di Santan Ulu yang harus mempertaruhkan keselamatan demi menempuh pendidikan. Pemerintah memastikan upaya perbaikan akses akan dilakukan melalui prosedur perencanaan dan penganggaran yang berlaku.
Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Yahya Yabo





