JAKARTA — Polemik pembatalan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar masih menyisakan tanda tanya. Saat melakukan penelusuran ke kantor Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Timur di Jakarta, tidak ditemukan kendaraan yang dimaksud berada di lokasi tersebut.
Sebelumnya, Rudy Mas’ud mengatakan telah membatalkan pembelian mobil dinas jenis Land Rover Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e setelah menuai kritik publik. Kendaraan tersebut diketahui telah diserahterimakan pada 20 November 2025, namun diklaim belum pernah digunakan untuk operasional gubernur.
Dalam keterangan yang dihimpun di lokasi, seorang petugas keamanan kantor Badan Penghubung Kaltim yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak pernah melihat kendaraan yang tengah menjadi sorotan itu berada di area kantor.
“Mobil yang mana ya? Setahu saya kalau di sini enggak pernah ada sih mobil yang banyak dibicarakan itu, yang rame-rame itu. Soalnya kalau ada pasti ‘kan saya tahu,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Saat ditanya kemungkinan kendaraan tersebut berada di rumah dinas gubernur di Jakarta, petugas tersebut mengaku tidak mengetahui.
“Kalau di rumah dinasnya kurang paham sih. Saya enggak tahu juga di mana rumahnya. Yang jelas di sini tidak ada itu mobil yang lagi heboh. Kalau di sini sih paling mobil dinas. Ada Avanza, Inova, ada juga Alphard tapi juga Alphard jadul,” katanya.
Keterangan serupa disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Tata Usaha Badan Penghubung Kaltim di Jakarta, Ari. Ia mengaku tidak mengetahui keberadaan mobil dinas yang sempat ramai diperbincangkan tersebut.
“Mobil yang mana ya mas? Di sini sih enggak ada mobil dinas baru. Saya enggak tahu jadi bingung mau jawab apa,” kata Ari.
Saat kembali ditanya apakah mobil Rp8,5 miliar itu benar berada di Jakarta, Heru menyatakan belum memiliki informasi.
“Ada atau tidaknya saya juga enggak tahu mas. Paling pimpinan saya yang paham,” katanya.
Berdasarkan pantauan langsung di area garasi kantor Badan Penghubung Kaltim, memang tidak terlihat kendaraan mewah yang sesuai dengan spesifikasi mobil yang diberitakan. Di lokasi hanya terparkir sejumlah kendaraan dinas seperti Toyota Avanza, Toyota Innova, Hyundai IONIQ 5, serta satu unit Pajero Sport Dakar.
Sebelumnya Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan secara terbuka terkait pembatalan pembelian mobil dinas tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Ia memerintahkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk memproses pengembalian sesuai mekanisme yang berlaku.
Meski pembelian telah dibatalkan, keberadaan fisik kendaraan yang sempat disebut berada di Jakarta masih belum mendapatkan kepastian dari pihak Badan Penghubung Kaltim di ibu kota.
Pewarta: Fajri
Editor: Yahya Yabo





