Ketua DPRD Berau Minta Pemenuhan Air Bersih Selama Ramadan Lancar

BERAU – Momentum bulan suci Ramadan menjadi perhatian serius Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. Ia memberikan atensi khusus terhadap pelayanan publik, terutama ketersediaan air bersih, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama menjalankan ibadah puasa.

Menurutnya selama Ramadan kebutuhan air masyarakat cenderung meningkat dibandingkan hari-hari biasa. Aktivitas rumah tangga yang dimulai sejak dini hari untuk sahur hingga berbagai kegiatan ibadah menjadikan pasokan air bersih sebagai kebutuhan yang sangat krusial.

Karena itu, Dedy meminta Pemerintah Kabupaten Berau melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal memastikan distribusi air berjalan stabil tanpa gangguan berarti.

Ia menegaskan lonjakan kebutuhan air selama Ramadan harus diantisipasi secara matang oleh pihak pengelola. Berdasarkan data yang pernah diperoleh, konsumsi air masyarakat bahkan dapat meningkat hingga sekitar 30 persen selama bulan puasa.

“Kebutuhan air saat Ramadan itu krusial. Kami minta distribusinya dipastikan lancar tanpa hambatan, karena masyarakat sangat bergantung pada air bersih untuk aktivitas harian maupun mendukung kelancaran ibadah seperti berwudu,” tegasnya, Rabu (11/3/2026).

Selain menjamin kelancaran distribusi, Dedy mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan. Hal tersebut penting agar pasokan air tetap merata dan dapat dinikmati seluruh pelanggan.

Di sisi lain, ia turut menanggapi sejumlah keluhan warga terkait gangguan distribusi yang terjadi akibat kegiatan pemeliharaan di beberapa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Menurutnya proses perawatan memang penting dilakukan, namun harus diselesaikan dengan cepat agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan DPRD Berau akan melakukan pemantauan berkala terhadap kinerja pengelola air minum daerah untuk memastikan proses perbaikan teknis tidak berlarut-larut.

“Informasi mengenai pengurasan di beberapa titik SPAM sudah sampai ke kami. Kalau memang ada perawatan, tolong segera dituntaskan. Jangan sampai pelayanan ke masyarakat terganggu terlalu lama di saat mereka sangat membutuhkannya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dedy menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan transparan kepada masyarakat terkait jadwal pemeliharaan maupun potensi gangguan distribusi. Dengan informasi yang jelas, warga diharapkan dapat melakukan antisipasi lebih awal terhadap kebutuhan air mereka.

Tidak hanya soal kelancaran distribusi, ia menyoroti aspek kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan. Mengingat intensitas curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir, potensi air keruh dinilai semakin besar.

Karena itu, ia meminta pihak pengelola memperketat proses filtrasi dan pengolahan air agar kualitas air yang sampai ke rumah warga tetap terjaga dan layak digunakan.

“Potensi air keruh itu tinggi karena faktor cuaca dan kondisi sungai. Jadi, filtrasi harus benar-benar maksimal agar air yang sampai ke rumah warga tetap sehat dan layak konsumsi,” ungkapnya. (adv)

Pewarta: Aril
Editor: Yahya Yabo

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

CATATAN AGUS SUSANTO

INFO GRAFIS

OPINI